UNPABUNPAB

Jurnal Elektro dan TelkomunikasiJurnal Elektro dan Telkomunikasi

Kecamatan Medan Selayang memiliki tujuh titik banjir dan penanggulangan saat ini masih memakai sistem drainase konvensional berbasis grey infrastructure. Penelitian ini menerapkan konsep Blue Green Cities (BGC) untuk solusi berkelanjutan demi pergerakan air hujan dan peningkatan cadangan air tanah. Analisis keputusan dilakukan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) terhadap 18 jenis infrastruktur BGC. Hasilnya permeable pavement, rain garden, xeriscaping, dan sumur resapan menempati posisi pertama dengan nilai akhir 130. Infrastruktur yang kurang sesuai adalah constructed wetland dan riparian buffer.

Hasil analisis dengan metode Simple Additive Weighting menunjukkan permeable pavement, rain garden, xeriscaping, dan sumur resapan sebagai infrastruktur Blue Green Cities paling sesuai untuk diterapkan di Kecamatan Medan Selayang.Infrastruktur yang paling tidak sesuai adalah constructed wetland dan riparian buffer.Penelitian ini menegaskan bahwa infrastruktur yang menurunkan aliran limpasan permukaan dan mudah dipelihara menjadi pilihan optimal bagi kawasan permukiman.

Berdasarkan temuan, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi implementasi permeable pavement, rain garden, xeriscaping, dan sumur resapan secara langsung di lapangan dengan memonitor perubahan perennial runoff dan kualitas air tadinya. Penelitian berikutnya dapat meneliti integrasi sensor IoT untuk mengumpulkan data real‑time air hujan dan saluran drainase guna menyesuaikan manajemen mitigasi banjir secara dinamis. Selain itu, analisis biaya‑manfaat jangka panjang untuk masing‑masing infrastruktur Blue Green Cities perlu dikembangkan agar pihak pengelola kebijakan dapat memprioritaskan investasi yang memberikan dampak lingkungan dan sosial maksimal.

Read online
File size892.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test