LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Just a moment...Just a moment...

Menjamin kualitas air minum aman sampai dengan tingkat Rumah Tangga diperlukan penguatan upaya pengawasan kualitas air melalui kegiatan surveilans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil kegiatan surveilans kualitas air minum rumah tangga di wilayah kerja puskesmas Jombang Kota Cilegon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari-Maret 2025. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh sumber air minum rumah tangga. Besar sampel berdasarkan perhitungan Slovin sebanyak 36 sampel. Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia di Puskesmas Jombang Kota Cilegon tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 sampel air minum rumah tangga yang dilakukan pemeriksaan fisik yaitu kadar pH rata-rata sebesar (7,7), TDS ditemukan rata-rata sebesar (362,42 mg/L), dengan konsentrasi minimum (24 mg/L) dan maksimum (785 mg/L). Pemeriksaan mikrobiologi yaitu sebanyak 0 (0,0%) telah memenuhi syarat kesehatan. Pemeriksaan kimiawi diantaranya adalah kadar fluoride (F) rata-rata sebesar 1,305 mg/L, dengan konsentrasi minimum dan maksimum (0,783 mg/L dan 1,588 mg/L). Kadar mangan (Mn) rata-rata sebesar 0,034 mg/L, dengan konsentrasi minimum dan maksimum (0,021 mg/L dan 0,048 mg/L). Kadar Besi (Fe) ditemukan rata-rata sebesar 0,015 mg/L, dengan konsentrasi minimum (0,010 mg/L) dan maksimum (0,021 mg/L). Kandungan Timbal (Pb) ditemukan rata-rata sebesar 0,083 mg/L, dengan konsentrasi minimum (0 mg/L) dan maksimum (1 mg/L). Masih terdapat parameter fisik dan kimiawi yang tidak memenuhi syarat kesehatan diperluan upaya edukasi masyarakat, advokasi, dan upaya bersama pemerintah daerah setempat dalam pengelolaan sumber air minum rumah tangga sehingga aman untuk dikonsumsi.

Hasil pemeriksaan kualitas mikrobiologi air minum rumah tangga memenuhi syarat kesehatan.Terdapat beberapa sampel air minum dengan kualitas kimiawi yang tidak memenuhi syarat kesehatan diantaranya Fluoride, Mangan, dan Timbal di wilayah kerja Puskesmas Jombang Kota Cilegon.Dengan demikian diperlukan upaya pengawasan kualitas air melalui kegiatan surveilans berkelanjutan, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada masyarakat, advokasi, serta upaya bersama pemerintah daerah setempat dalam pengelolaan sumber air minum rumah tangga sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Mengikuti temuan bahwa beberapa parameter kimiawi seperti fluoride, mangan, dan timbal belum memenuhi standar, penelitian selanjutnya dapat meneliti Bagaimana pengaruh jangka panjang paparan fluoride, mangan, dan timbal pada kesehatan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Jombang? Selain itu, karena studi ini bersifat deskriptif dengan sampel terbatas, penelitian berikutnya dapat melakukan surveilans longitudinal dengan ukuran sampel lebih besar untuk menilai tren kualitas air dan faktor penentu perubahan, misalnya Apakah terdapat perubahan signifikan dalam parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi air minum rumah tangga selama lima tahun terakhir seiring intensifikasi industri di Kota Cilegon? Selanjutnya, penting mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dan advokasi, sehingga dapat diajukan pertanyaan Sejauh mana program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang diterapkan oleh pemerintah daerah meningkatkan kepatuhan rumah tangga dalam mengelola sumber air minum? Penelitian ketiga dapat mengkaji persepsi dan perilaku masyarakat terkait kualitas air, Bagaimana persepsi masyarakat terhadap risiko kualitas air minum dan faktor apa yang mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih sumber air yang lebih aman? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan dapat menyediakan bukti ilmiah yang kuat untuk kebijakan pengelolaan air minum yang berkelanjutan.

Read online
File size203.13 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test