UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun di negara-negara berkembang dengan akses terbatas ke air bersih dan sanitasi yang layak. Di Indonesia, khususnya di Kota Palu, angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun masih tinggi dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan dilakukan dari September 2020 hingga Mei 2021 di delapan pusat kesehatan masyarakat yang mewakili seluruh wilayah Kota Palu. Sampel terdiri dari 138 ibu anak-anak di bawah lima tahun, yang dipilih menggunakan teknik random sampling multistage. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu anak-anak di bawah lima tahun jarang terlibat dalam kegiatan pencegahan diare, seperti penyuluhan kesehatan, memberikan waktu dan tenaga, dan menyebarluaskan pendidikan kepada masyarakat. Tingkat partisipasi di delapan pusat kesehatan masyarakat cenderung cukup rendah, dengan variasi antar wilayah yang menunjukkan ketidaksetaraan. Keterlibatan yang rendah dari ibu anak-anak di bawah lima tahun diduga dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran, keterbatasan waktu karena peran ganda, dan dukungan serta pengawasan yang tidak optimal dari Puskesmas. Disimpulkan bahwa partisipasi ibu dalam pencegahan diare masih belum optimal, sehingga perlu diperkuatnya program kesehatan berbasis masyarakat yang bersifat partisipatif dan sesuai dengan konteks sosial untuk meningkatkan keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan diare pada anak-anak di bawah lima tahun.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian diare pada anak-anak di bawah lima tahun di Kota Palu masih tergolong rendah.Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan keterlibatan masyarakat dalam program pencegahan diare.Diperlukan strategi yang inovatif dan partisipatif untuk mendorong peran aktif ibu dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyebaran penyakit diare pada anak-anak.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pencegahan diare, seperti norma sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari intervensi berbasis masyarakat terhadap penurunan angka kejadian diare pada balita. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan peer education dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan diare. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi beban penyakit diare pada balita di Indonesia.

Read online
File size312.1 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test