UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Stres kerja merupakan masalah umum yang dihadapi tenaga kesehatan, khususnya perawat. Stres ini muncul ketika terjadi ketidakseimbangan antara kemampuan individu dengan tuntutan lingkungan kerja; semakin besar ketidaksesuaian tersebut, semakin tinggi tingkat stres yang dialami. Faktor-faktor seperti beban kerja, siklus shift, kondisi pencahayaan, dan usia telah diidentifikasi sebagai penyumbang stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara beban kerja, siklus shift, intensitas pencahayaan, dan usia dengan stres kerja pada perawat psikiatri di RSUD Madani. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dengan sampling total sebanyak 54 perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berbasis skala Likert dan Guttman. Hasil menunjukkan adanya asosiasi signifikan antara beban kerja (p = 0,001) dan siklus shift (p = 0,019) dengan stres kerja. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara intensitas pencahayaan (p = 0,791) atau usia (p = 0,181) dengan stres kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa beban kerja dan penjadwalan shift merupakan faktor utama yang memengaruhi stres kerja perawat di unit rawat inap. Oleh karena itu, disarankan agar manajemen RSUD Madani menyesuaikan beban kerja perawat dan meningkatkan perencanaan shift untuk mengurangi stres kerja secara efektif.

Penelitian ini menemukan bahwa beban kerja dan penjadwalan shift berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres perawat psikiatri di unit rawat inap RSUD Madani, sedangkan pencahayaan dan usia tidak menunjukkan hubungan yang berarti.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar manajemen RSUD Madani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi beban kerja perawat, menambah jumlah staf bila diperlukan, serta menerapkan sistem rotasi shift yang adil untuk memastikan periode pemulihan yang memadai.Selain itu, meskipun pencahayaan tidak terkait secara langsung dengan stres, manajemen tetap perlu memperhatikan lingkungan kerja fisik untuk mendukung kesejahteraan psikologis perawat.Peningkatan dukungan sosial dan pelatihan manajemen stres juga diharapkan dapat menurunkan tingkat stres kerja secara keseluruhan.

Apa yang terjadi ketika perawat psikiatri menerima alokasi tugas yang seimbang berdasarkan kompleksitas pasien dan pengalaman mereka, serta dilengkapi dengan indikator pencapaian profesional? Bagaimana model intervensi berbasis teknologi, seperti aplikasi pemantauan beban kerja real‑time, dapat mengoptimalkan rotasi shift dan mengurangi ketidakstabilan ritme sirkadian di lingkungan rawat inap? Pada akhirnya, bagaimana integrasi pelatihan coping skill dan pembentukan komunitas dukungan antar rekan kerja dalam format virtual dapat memperkuat ketahanan psikologis perawat, serta apa dampaknya terhadap kualitas perawatan pasien dan kepuasan tenaga kesehatan secara keseluruhan?.

Read online
File size299.02 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test