DINAMIKADINAMIKA

Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatSociety : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian mendesak, termasuk di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang memiliki sekitar 3.500 mahasiswa aktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan sosial dan upaya preventif terhadap masalah kesehatan mental melalui pembentukan peer counselor di lingkungan kampus. Program ini dilaksanakan dari Januari hingga Maret 2024, dengan mahasiswa dari Divisi Konseling LPKKSK UKDW sebagai kelompok sasaran utama. Pelaksanaan program dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu seleksi peserta, pelatihan keterampilan konseling dasar dalam tiga sesi, latihan roleplay, dan tahap akhir dengan sosialisasi aliran layanan konseling dan sistem rujukan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan konseling peserta, seperti yang ditunjukkan oleh uji t sampel berpasangan dengan nilai p-value 0.016. Kenaikan skor rata-rata dari pre-test ke post-test, serta penurunan variansi skor peserta, mencerminkan efektivitas seragam dari pelatihan yang diberikan. Implikasi program ini menunjukkan bahwa melibatkan peer counselor dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan konselor profesional di kampus. Selain itu, program ini memperkuat ekosistem dukungan berbasis komunitas, memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan, dan menawarkan model intervensi yang dapat diterapkan di institusi pendidikan tinggi lainnya.

Berdasarkan hasil pelaksanaan program pembentukan peer counselor di LPKKSK UKDW, dapat disimpulkan bahwa intervensi melalui pelatihan teknik dasar konseling berhasil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mahasiswa dalam konseling teman sebaya.Analisis statistik menggunakan Paired Samples T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan peningkatan kemampuan peserta yang berarti.Rata-rata skor posttest meningkat dan variasi antar peserta menjadi lebih konsisten, mencerminkan keberhasilan program dalam memberikan dampak yang merata.Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai peer counselor, tetapi juga menyadarkan mereka tentang pentingnya peran teman sebaya dalam mendukung kesehatan mental di kalangan mahasiswa.Sebagai agen perubahan, mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan bantuan pada teman-teman mereka yang mengalami permasalahan mental.Sejalan dengan teori perkembangan sosial, yang menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung menjalin hubungan emosional dengan teman sebaya daripada dengan orang tua, menjadikan mereka lebih terbuka dalam berbagi perasaan dan masalah.Hal ini membuktikan bahwa model konseling teman sebaya dapat berperan signifikan dalam mengatasi permasalahan kesehatan mental mahasiswa, terutama dalam menghadapi transisi kehidupan yang berat.Dengan demikian, program pembentukan peer counselor di UKDW memberikan manfaat bagi peserta pelatihan dan dapat berfungsi sebagai model untuk meningkatkan dukungan sosial dan kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan berbasis komunitas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan dan memperkuat program pembentukan peer counselor di institusi pendidikan tinggi. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan melakukan follow-up terhadap peserta pelatihan, dapat dianalisis apakah pengetahuan dan keterampilan konseling teman sebaya yang mereka peroleh tetap bertahan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini dapat mengukur apakah adanya peer counselor di kampus dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa secara keseluruhan. Kedua, penelitian dapat berfokus pada pengembangan kurikulum pelatihan peer counselor yang lebih komprehensif. Kurikulum ini dapat mencakup topik-topik seperti manajemen stres, coping mechanism, dan strategi penanganan masalah yang lebih spesifik untuk mahasiswa. Dengan demikian, peer counselor dapat memberikan dukungan yang lebih efektif dan terarah kepada teman-teman sebayanya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas peer counselor dalam menangani kasus-kasus kesehatan mental yang lebih kompleks. Dengan melibatkan mahasiswa yang telah terlatih sebagai peer counselor dalam kasus-kasus ini, dapat dianalisis apakah mereka mampu memberikan dukungan yang memadai dan apakah intervensi mereka dapat membantu mengurangi gejala atau mempercepat pemulihan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan desain studi kasus atau studi longitudinal.

  1. Society - Universitas Bangka Belitung - Indonesia. religiosity social support determinants self concept... societyfisipubb.id/index.php/society/article/view/690Society Universitas Bangka Belitung Indonesia religiosity social support determinants self concept societyfisipubb index php society article view 690
Read online
File size522.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test