UNITOMOUNITOMO

Inform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan KomunikasiInform: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pengembangan teknologi telah memberikan banyak manfaat dalam menyediakan layanan bagi masyarakat serta membantu pengelolaan pemerintahan secara efisien. Namun, semakin tergantungnya pada teknologi secara tidak langsung meningkatkan risiko serangan siber. Setiap perusahaan menghadapi ancaman serangan siber dari peretas yang berusaha mengakses dan menguasai aset penting serta rahasia baik di dalam maupun di luar perusahaan. Diperlukan sistem keamanan siber yang dapat melindungi aset tersebut dari berbagai ancaman serangan yang tidak bertanggung jawab. Sistem keamanan siber berlapis diperlukan untuk mendeteksi dan merespons serangan siber secara otomatis. Extended Detection and Response (XDR) merupakan alat untuk mendeteksi dan merespons serangan siber berdasarkan hasil analisis data di seluruh infrastruktur guna meningkatkan efisiensi operasi keamanan. Selain itu, diperlukan sistem yang dapat mendeteksi, memberi peringatan, menyelidiki, mengisolasi, dan menghapus perangkat lunak berbahaya pada titik akhir secara real‑time, yang disebut Endpoint Detection and Response (EDR). Setelah penerapan sistem keamanan, hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat memantau serangan siber secara real‑time dan memberikan respons segera untuk melindungi keamanan informasi pada server dan perangkat titik akhir.

Sistem keamanan XDR dapat mengintegrasikan berbagai platform keamanan, beroperasi secara real‑time, dan mendeteksi serta menanggapi serangan siber secara otomatis.Kombinasi XDR dengan EDR menunjukkan kinerja yang baik dalam mendeteksi dan merespon serangan seperti port scanning, DoS, SQL injection, dan virus Trojan, serta dapat mengurangi false positive dengan penyesuaian alur kerja.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengadaptasi alur kerja XDR pada jenis serangan siber lain seperti XSS, phishing, dan serangan siber lainnya untuk meningkatkan kinerja sistem dan menurunkan false positive.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas adaptasi alur kerja XDR dalam mendeteksi dan mengatasi serangan Cross‑Site Scripting (XSS) pada lingkungan berbasis cloud, dengan mengevaluasi akurasi deteksi serta tingkat false positive yang terjadi. Selain itu, perlu dikembangkan model pembelajaran mesin yang mengintegrasikan intelijen ancaman dari XDR dan EDR untuk otomatisasi respons real‑time terhadap upaya phishing, serta menilai dampaknya terhadap waktu respons dan kesadaran pengguna. Selanjutnya, dapat dieksplorasi arsitektur hibrida yang menggabungkan XDR dengan teknologi blockchain untuk pelacakan provenance log secara terdesentralisasi, guna meningkatkan verifikasi integritas data log serta menguji skalabilitas dan manfaat keamanannya pada sistem terdistribusi.

  1. #nearest neighbor#nearest neighbor
  2. #sistem keamanan#sistem keamanan
Read online
File size540.07 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2LI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test