STIEPEMUDASTIEPEMUDA

International Journal of Global Accounting, Management, Education, and EntrepreneurshipInternational Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship

Penelitian ini memaparkan tinjauan literatur sistematis (SLR) yang meneliti bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) dan Teknologi Keuangan (FinTech) memicu transformasi digital pada kewirausahaan pedesaan. Berdasarkan 20 studi peer‑review antara tahun 2020–2025, analisis mengintegrasikan wawasan dari ekonomi maju dan berkembang menggunakan Resource‑Based View (RBV), Teori Difusi Inovasi (DOI), Teori Institusional, dan Kerangka Kerja Kewirausahaan Berkelanjutan (SLF). Hasil menunjukkan infrastruktur digital sebagai fondasi partisipasi ekonomi digital pedesaan, sementara FinTech meningkatkan inklusi keuangan melalui perbankan seluler, blockchain, dan sistem kredit berbasis data. AI memperkuat pengambilan keputusan melalui analitik prediktif dan otomatisasi, meningkatkan efisiensi di produksi, logistik, dan pemasaran. Kualitas tata kelola dan pengembangan modal manusia membentuk kesiapan institusional dan menjamin kesinambungan. Tinjauan ini memperluas pemahaman teoretis dan menawarkan panduan kebijakan untuk membangun ekosistem digital inklusif melalui tata kelola adaptif, pembangunan kapasitas, dan integrasi teknologi etis, memupuk transformasi pedesaan yang tahan banting dan adil.

Transformasi digital pedesaan bergantung pada infrastruktur digital dan konektivitas sebagai fondasi partisipasi ekonomi digital.FinTech membuka akses keuangan dan meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data bagi pengusaha pedesaan.Keberhasilan AI dan FinTech memerlukan tata kelola yang adaptif, pembangunan kapasitas manusia, dan kebijakan yang menekankan keberlanjutan untuk memastikan transformasi digital yang inklusif dan adil.

Penelitian lanjutan dapat menjajaki dampak longitudinal penggunaan AI dan FinTech pada ketahanan ekonomi pedesaan dengan mengukur perubahan produktivitas, pendapatan, dan ketimpangan regional selama periode 5–10 tahun. Selain itu, studi kuantitatif dapat mengeksplorasi dimensi etika algoritma, seperti bias dan privasi data, serta dampaknya pada keputusan mikro‑pengusaha di daerah dengan penetrasi internet rendah. Akhirnya, penelitian kombinasi kuantitatif‑kualitatif dapat membandingkan efektivitas kebijakan sandbox regulasi FinTech dan pelatihan literasi keuangan di negara berkembang, guna menilai strategi terbaik dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Development of AI-Driven Healthcare Systems in Rural India | Asian Journal of Computing and Engineering... doi.org/10.47604/ajcet.2808Development of AI Driven Healthcare Systems in Rural India Asian Journal of Computing and Engineering doi 10 47604 ajcet 2808
  2. Цифровая трансформация и ЦУР: развитие электронного правительства... doi.org/10.24833/2782-7062-2024-3-4-8-20EAa CAAEAIa ACA sACA ACAUAC doi 10 24833 2782 7062 2024 3 4 8 20
  3. Institutionalization of State Support and Development of Sectoral Entrepreneurship of Rural Areas | Public... vpa.ktu.lt/index.php/PPA/article/view/28405Institutionalization of State Support and Development of Sectoral Entrepreneurship of Rural Areas Public vpa ktu lt index php PPA article view 28405
  4. Evolving approaches to the economics of public policy. Jean Kimmel. Kalamazoo,... doi.org/10.1111/jors.12345Evolving approaches to the economics of public policy yCAJeanyCAKimmel yCAKalamazoo doi 10 1111 jors 12345
  5. Bridging the urban–rural gap: A qualitative examination of perceived access, barriers, risks... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cfs.13045Bridging the urbanyAAAerural gap A qualitative examination of perceived access barriers risks onlinelibrary wiley doi 10 1111 cfs 13045
Read online
File size628.66 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test