LENTERANUSALENTERANUSA

Lentera PengabdianLentera Pengabdian

Prevalensi keputihan abnormal di Indonesia sangat tinggi dan terus meningkat dengan angka mencapai 75% populasi wanita pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa keputihan masih menjadi isu serius dalam kesehatan reproduksi. Tingginya kasus keputihan pada remaja putri menunjukkan masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang dapat berdampak pada gangguan kesehatan lebih serius bila tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan serta rendahnya perilaku pencegahan membuat remaja putri tidak mampu membedakan keputihan fisiologis dan patologis yang berisiko menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di MTsN 1 Babakan dengan sasaran 20 siswi kelas VIII yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis media PowerPoint dan leaflet, disertai pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang diolah secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswi setelah penyuluhan, dengan rata-rata skor awal 55,25 meningkat menjadi 82,75. Distribusi kategori pengetahuan juga mengalami pergeseran dari mayoritas berada pada kategori kurang sebelum intervensi menjadi mayoritas pada kategori baik setelah intervensi. Selain peningkatan pengetahuan, penyuluhan juga menumbuhkan sikap positif dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dan mendorong keberanian siswi untuk berkonsultasi apabila mengalami keputihan abnormal. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kesadaran remaja putri untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswi dari rata‑rata 55,25 menjadi 82,75 serta mengubah mayoritas kategori pengetahuan menjadi baik.Selain meningkatkan pengetahuan, intervensi ini menumbuhkan sikap positif dalam kebersihan reproduksi dan keberanian berkonsultasi bila terjadi keputihan abnormal.Kegiatan tersebut dapat direplikasi sebagai model pendidikan kesehatan berbasis sekolah untuk memperluas literasi kesehatan reproduksi pada remaja.

Penelitian lanjutan dapat meneliti berapa lama pengetahuan yang diperoleh setelah penyuluhan tetap terjaga, misalnya dengan melakukan survei kembali pada peserta setelah satu hingga dua tahun untuk mengukur retensi informasi. Selanjutnya, studi perbandingan dapat dilakukan antara media interaktif digital (aplikasi seluler, video interaktif) dengan media tradisional seperti leaflet dan PowerPoint, guna menentukan pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Akhirnya, penelitian dapat mengevaluasi dampak melibatkan siswa laki‑laki serta orang tua dalam program edukasi kesehatan reproduksi, sehingga mengetahui apakah partisipasi mereka dapat memperluas pemahaman dan mengubah perilaku kesehatan secara lebih menyeluruh di lingkungan sekolah.

  1. The EFFECT OF COUNSELING ABOUT VAGINAL DISCHARGE USING DIGITAL LEAFLETS ON KNOWLEDGE AND ATTITUDES TO... journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Jaman/article/view/1574The EFFECT OF COUNSELING ABOUT VAGINAL DISCHARGE USING DIGITAL LEAFLETS ON KNOWLEDGE AND ATTITUDES TO journal aisyahuniversity ac index php Jaman article view 1574
  2. Dominan Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Keputihan (Flour Albus) Pada Remaja | An-Najat. dominan faktor... doi.org/10.59841/an-najat.v3i2.2450Dominan Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Keputihan Flour Albus Pada Remaja An Najat dominan faktor doi 10 59841 an najat v3i2 2450
  3. PENGARUH PENYULUHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMKS KESEHATAN... doi.org/10.32831/jik.v12i1.534PENGARUH PENYULUHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMKS KESEHATAN doi 10 32831 jik v12i1 534
  4. Journal of the Medical Association. educational intervention improve menstrual hygiene management adolescent... doi.org/10.47391/JPMA.Ind-S2-3Journal of the Medical Association educational intervention improve menstrual hygiene management adolescent doi 10 47391 JPMA Ind S2 3
  5. Social Learning Theory and the Health Belief Model - Irwin M. Rosenstock, Victor J. Strecher, Marshall... journals.sagepub.com/doi/10.1177/109019818801500203Social Learning Theory and the Health Belief Model Irwin M Rosenstock Victor J Strecher Marshall journals sagepub doi 10 1177 109019818801500203
  1. #modul ajar#modul ajar
  2. #pengetahuan kesehatan reproduksi#pengetahuan kesehatan reproduksi
Read online
File size409.21 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2YF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test