POLNEPPOLNEP

EksosEksos

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model Altman score, Grover score, dan Zmijewski score dalam memprediksi financial distress di industri manufaktur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah perusahaan yang telah delisting dari Bursa Efek Indonesia pada periode 2015-2018, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 16 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Altman memiliki tingkat akurasi 25%, Grover 6.25%, dan Zmijewski 50%. Dari ketiga model analisis kebangkrutan yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa model Zmijewski paling tepat digunakan sebagai detektor kebangkrutan dengan tingkat akurasi 50%. Hal ini dikarenakan perusahaan yang bangkrut cenderung memiliki modal bersih kecil dari total aset, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak dari asetnya semakin kecil, tingkat penjualan perusahaan menggunakan seluruh asetnya semakin rendah, dan laba sebelum pajak semakin tidak mampu menutupi utang lancar yang dimiliki perusahaan.

Metode Altman Score dalam memprediksi perusahaan manufaktur dapat diketahui bahwa terdapat 7 perusahaan dalam kondisi sehat, 4 perusahaan dalam kondisi bangkrut (financiall distress), dan 5 perusahaan dalam kondisi rawan (grey area).Model Grover dalam memprediksi perusahaan manufaktur dapat diketahui bahwa terdapat 15 perusahaan dalam kondisi sehat, dan 1 perusahaan dalam kondisi bangkrut (financial distress).Model Zmijewski Score, dalam memprediksi perusahaan manufaktur dapat diketahui bahwa terdapat 8 perusahaan masuk dalam kategori sehat, dan 8 perusahaan masuk dalam kondisi bangkrut (financial distress).Dari ketiga model yang paling tepat digunakan dalam mendeteksi kebangkrutan menurut hasil tingkat akurasi adalah model Zmijewski Score, dengan tingkat akurasi sebesar 50%, sedangkan menurut tipe error adalah model Altman Score sebesar 45,75%.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan model-model lain untuk mendeteksi financial distress, seperti Beneish score dan model Ohlson. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan optimisasi kinerja keuangan perusahaan untuk mencegah terjadinya financial distress dan kebangkrutan. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengembangan model-model yang sudah ada untuk meningkatkan akurasi prediksi kebangkrutan.

Read online
File size193.54 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test