UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Konsentrasi berperan penting dalam mencapai keberhasilan belajar pada anak. Pada anak berusia 7 hingga 9 tahun, perkembangan kognitif seringkali ditandai oleh kesulitan dalam fokus perhatian dan keterbatasan dalam dorongan untuk berpikir secara mendalam. Ketika anak memiliki konsentrasi yang rendah maka anak akan kesulitan dalam memahami informasi yang dapat menyebabkan ketidakseriusan dalam belajar. Dual task training mengharuskan seseorang untuk melakukan aktivitas yang kompleks secara bersamaan, dan menekankan peran kognisi dan konsentrasi. Sehingga dapat diberikan kepada anak untuk melatih tingkat konsentrasi ketika melakukan suatu aktivitas yang dilakukan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dual task training terhadap konsentrasi pada anak usia 7 – 9 tahun. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dan rancangan pre and post test one group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 34 orang anak berusia 7 hingga 9 tahun dari SD Muhammadiyah Mlangi yang diberikan perlakuan dual task training sebanyak 3 kali perminggu dengan total 12 pertemuan dalam 4 minggu. Penelitian ini menggunakan kuesioner konsentrasi belajar sebagai alat ukur dalam penelitian. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Paired Samples T-Test menunjukkan nilai p = 0.001 ( p < 0.05) yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dari pernyataan tersebut bahwa ada pengaruh dual task training terhadap konsentrasi pada anak usia 7 – 9 tahun. Diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan kelompok kontrol dan dapat menerapkan dual task training lebih dari 4 minggu, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.

.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas dual task training dengan menambahkan kelompok kontrol yang menerima intervensi tradisional atau tidak ada intervensi, sehingga dapat membandingkan secara langsung peningkatan konsentrasi antara kelompok dual task dan kelompok kontrol; selanjutnya, durasi intervensi dapat diperpanjang menjadi delapan minggu atau lebih untuk menilai apakah peningkatan konsentrasi bersifat berkelanjutan atau ada efek jangka panjang yang lebih signifikan; terakhir, variasi jenis tugas kognitif yang dikombinasikan dengan tugas motorik dapat dieksplorasi, misalnya membandingkan latihan yang menekankan menghitung angka dengan yang menekankan memori verbal, untuk menentukan kombinasi tugas mana yang paling efektif meningkatkan konsentrasi pada anak usia 7‑9 tahun.

  1. Pengaruh Dual Task Training Terhadap Konsentrasi Pada Anak Usia 7 – 9 Tahun di SD Muhammadiyah... jurnal-d3fis.uwhs.ac.id/index.php/akfis/article/view/444Pengaruh Dual Task Training Terhadap Konsentrasi Pada Anak Usia 7 Ae 9 Tahun di SD Muhammadiyah jurnal d3fis uwhs ac index php akfis article view 444
  2. THE USE OF AUDIO-VISUAL LEARNING MEDIA IN IMPROVING STUDENT CONCENTRATION IN ENERGY MATERIALS | PrimaryEdu... e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/primaryedu/article/view/1229THE USE OF AUDIO VISUAL LEARNING MEDIA IN IMPROVING STUDENT CONCENTRATION IN ENERGY MATERIALS PrimaryEdu e journal stkipsiliwangi ac index php primaryedu article view 1229
Read online
File size658.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test