PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Stunting pada balita masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, salah satunya melalui penguatan peran kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting balita melalui program Kader Cerdas Gizi. Kegiatan melibatkan ibu kader posyandu sebanyak 40 orang di Desa Dawan Kaler. Metode kegiatan meliputi penyuluhan pemenuhan gizi ibu balita, penyuluhan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam melakukan edukasi gizi serta pemantauan status gizi. Program Kader Cerdas Gizi dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan stunting pada balita.

Program Kader Cerdas Gizi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai gizi balita, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal, terbukti dari kenaikan rata-rata skor pengetahuan dari 13,63 (pre‑test) menjadi 14,63 (post‑test) serta penurunan standar deviasi.Metode edukasi yang meliputi penyuluhan, diskusi, dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan materi yang lebih komprehensif dan dukungan pemerintah serta inovasi pangan lokal untuk memperkuat peran kader dalam menurunkan angka stunting.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan dampak program Kader Cerdas Gizi dengan melakukan pemantauan longitudinal terhadap perubahan status gizi balita dan perilaku keluarga selama dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat menentukan apakah peningkatan pengetahuan kader beralih menjadi perbaikan kesehatan anak secara berkelanjutan. Selanjutnya, penting untuk meneliti apakah penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile berbasis edukasi gizi, dapat meningkatkan efektivitas penyuluhan dan keterlibatan kader posyandu dibandingkan pendekatan konvensional, dengan membandingkan dua kelompok kader yang menerima atau tidak menerima dukungan digital. Selain itu, penelitian dapat fokus pada identifikasi dan pengembangan camilan sehat berbahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi, melalui analisis laboratorium serta uji penerimaan masyarakat di berbagai wilayah, untuk menentukan apakah inovasi pangan lokal dapat menjadi strategi tambahan dalam pencegahan stunting. Dengan mengintegrasikan ketiga arah studi tersebut, diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang komprehensif untuk memperkuat kebijakan dan praktik pencegahan stunting di tingkat komunitas.

Read online
File size488.21 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test