PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Penyelenggaraan retensi rekam medis merupakan suatu kegiatan tertib administrasi dan menjaga mutu pelayanan kesehatan. Permasalahan yang ditemukan dari hasil identifikasi masalah di mitra kegiatan antara lain penumpukan dokumen rekam medis yang disebabkan karena belum dilakukan retensi. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan ruang penyimpanan inaktif, sumber daya manusia, dan pencatatan daftar pertelaan masih dilakukan secara manual. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum dan etika profesi serta penyusunan strategi pelaksanaan retensi rekam medis. Metode kegiatan dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan melalui sosialisasi yang terbagi menjadi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evakuasi. Kegiatan terlaksana di tanggal 27-28 Januari 2026 dengan melibatkan petugas bagian rekam medis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petugas tentang aturan hukum retensi, perubahan format daftar pertelaan dari manual ke elektronik dengan Microsoft Excel, alternatif sementara penyimpanan rekam medis inaktif dan tersusunnya strategi pelaksanaan retensi dengan alur kerja yang lebih efektif dan efisien. Tindak lanjut yang diperlukan yaitu pelaksanaan retensi rekam medis pada seluruh berkas yang sudah masuk masa inaktif. Dampak positif kegiatan mendukung pengolaan rekam medis yang sesuai dengan regulasi.

Kegiatan Puskesmas sosialisasi berjalan sesuai dengan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Sosialisasi disambut baik oleh pihak, diperolehnya izin, fasilitas kegiatan, keterlibatan aktif oleh petugas rekam medis.Tujuan kegiatan pengabdian tercapai dengan terumuskannya daftar pertelaan secara elektronik memanfaatkan aplikasi Microsoft Excel, alternatif penyimpanan rekam medis inaktif dan simulasi alur prosedur pelaksanaan retensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas sistem retensi elektronik yang telah diterapkan pada beberapa puskesmas di Kabupaten Karanganyar, dengan mengukur peningkatan kecepatan akses data, pengurangan volume berkas fisik, serta tingkat kepuasan petugas rekam medis terhadap proses tersebut. Selanjutnya, studi dapat difokuskan pada dampak digitalisasi rekam medis terhadap keamanan data dan kerahasiaan pasien, meliputi analisis risiko kebocoran informasi, perlindungan terhadap akses tidak sah, dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku. Selain itu, pengembangan alat pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan untuk menentukan jadwal retensi optimal dapat menjadi fokus penelitian, dimana algoritma akan mempertimbangkan faktor frekuensi kunjungan, jenis diagnosis, nilai guna dokumen, serta kebijakan regulatori. Penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan model prediktif yang memudahkan petugas dalam menentukan prioritas penyimpanan dan pemusnahan berkas, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Ketiga arah studi ini diharapkan memberikan kontribusi praktis dan teoritis bagi peningkatan manajemen rekam medis di lingkungan layanan kesehatan.

Read online
File size629.44 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test