UWHSUWHS
Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan RehabilitasiBells palsy adalah kelumpuhan saraf wajah yang terjadi secara tiba-tiba akibat peradangan atau kompresi pada saraf fasialis, yang menyebabkan gangguan fungsi otot wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Massage, Mirror exercise, dan Neuromuscular tapping terhadap pasien Bells palsy. Metode penelitian menggunakan pendekatan case report dengan enam kali terapi selama tiga minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) dan Skala Ugo Fisch untuk mengukur kekuatan otot dan kemampuan fungsional wajah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada beberapa otot seperti (1) M. Frontalis dari 3 menjadi 5, (2) M. Orbicularis occuli dari 1 menjadi 3, (3) M. Zygomaticus mayor dari 1 menjadi 3, (4) M. Obicularis oris dari 1 menjadi 3, (5) M. Depresor septi dari 3 menjadi 5, (6) M. Nasalis dari 0 menjadi 5, (7) M. Depresor labii inferior dari 3 menjadi 5. Serta peningkatan skor Skala Ugo Fisch dari 33 (derajat IV: kelumpuhan sedang berat) menjadi 78 (derajat II: kelumpuhan ringan). Pemberian terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot serta meningkatkan kemampuan fungsional wajah pasien Bells palsy.
Intervensi fisioterapi gabungan berupa Massage, Mirror exercise, Neuromuscular tapping, serta edukasi yang dilakukan selama enam sesi terapi pada kasus Bells Palsy Sinistra, menunjukkan hasil positif.Terapi ini secara signifikan menurunkan spasme otot dan meningkatkan kekuatan otot wajah sisi sinistra, sebagaimana terbukti dari peningkatan nilai pada Manual Muscle Testing (MMT).Selain itu, kemampuan fungsional wajah pasien juga meningkat secara substansial, dengan Skala Ugo Fisch beralih dari derajat IV (kelumpuhan sedang berat) menjadi derajat II (kelumpuhan ringan).
Penelitian ini, sebagai studi kasus, telah menunjukkan potensi positif dari kombinasi terapi untuk Bells Palsy. Namun, untuk menguji efektivitasnya secara lebih luas, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan desain yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol. Ini akan memungkinkan perbandingan yang lebih valid antara terapi kombinasi ini dengan terapi standar lainnya atau kelompok kontrol, sehingga generalisasi temuan bisa diperkuat dan bias dapat diminimalisir. Selain itu, penting untuk menginvestigasi kontribusi individual dari setiap komponen terapi—massage, mirror exercise, dan neuromuscular tapping—guna memahami mana yang paling berpengaruh atau kombinasi mana yang paling optimal. Hal ini dapat membantu dalam merancang protokol terapi yang lebih efisien dan personal. Terakhir, penelitian masa depan juga dapat mengeksplorasi efektivitas jangka panjang dari intervensi ini, termasuk penilaian kualitas hidup pasien dan potensi kekambuhan. Memahami durasi efek terapeutik dan faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan berkelanjutan akan sangat bermanfaat bagi manajemen klinis Bells Palsy secara komprehensif.
| File size | 1.21 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PKKBPKKB Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama, terutama pada periode 1. 000 Hari PertamaStunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama, terutama pada periode 1. 000 Hari Pertama
UWHSUWHS Rehabilitasi post PCL-R merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan PCL bagi pasien untuk dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya. BerdasarkanRehabilitasi post PCL-R merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan PCL bagi pasien untuk dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Berdasarkan
UWHSUWHS Persentase lemak tubuh yang berlebihan dapat banyak memicu risiko dan masalah kesehatan serta berujung mendatangkan penyakit kronis. Diperlukan upaya preventifPersentase lemak tubuh yang berlebihan dapat banyak memicu risiko dan masalah kesehatan serta berujung mendatangkan penyakit kronis. Diperlukan upaya preventif
UWHSUWHS Penurunan kekuatan otot ekstensor knee mengakibatkan penurunan fungsi aktivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan kekuatanPenurunan kekuatan otot ekstensor knee mengakibatkan penurunan fungsi aktivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan kekuatan
UWHSUWHS Dual task training mengharuskan seseorang untuk melakukan aktivitas yang kompleks secara bersamaan, dan menekankan peran kognisi dan konsentrasi. SehinggaDual task training mengharuskan seseorang untuk melakukan aktivitas yang kompleks secara bersamaan, dan menekankan peran kognisi dan konsentrasi. Sehingga
UWHSUWHS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh telerehabilitasi exercise terhadap nyeri leher, kemampuan fungsional leher serta tingkat kepatuhan dalamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh telerehabilitasi exercise terhadap nyeri leher, kemampuan fungsional leher serta tingkat kepatuhan dalam
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Penulis melakukan observasi dengan wawancara lisan terhadap 10 ibu yang memiliki bayi, menanyakan makna dan manfaat baby spa; hasil menunjukkan bahwa 7Penulis melakukan observasi dengan wawancara lisan terhadap 10 ibu yang memiliki bayi, menanyakan makna dan manfaat baby spa; hasil menunjukkan bahwa 7
UM SURABAYAUM SURABAYA Bells palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan akut saraf perifer wajah yang bersifat sembuh sendiri, meskipun etiologinya masih belum diketahui pastiBells palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan akut saraf perifer wajah yang bersifat sembuh sendiri, meskipun etiologinya masih belum diketahui pasti
Useful /
JPRJPR Variabel yang diukur meliputi lingkar ekstremitas bawah serta tingkat dermal backflow tungkai sebelum dan sesudah prosedur. Hasil: Dari 15 subjek, pengukuranVariabel yang diukur meliputi lingkar ekstremitas bawah serta tingkat dermal backflow tungkai sebelum dan sesudah prosedur. Hasil: Dari 15 subjek, pengukuran
JPRJPR Kekurangan nutrisi dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan berakibat luka menjadi luka kronis. Salah satu nutrisi yang jarang dibahas adalah BCAAKekurangan nutrisi dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan berakibat luka menjadi luka kronis. Salah satu nutrisi yang jarang dibahas adalah BCAA
UWHSUWHS Berdasarkan intervensi di atas setelah 4 kali pertemuan diberikan NMES, strengthening exercise dan static bicycle dapat menurunkan hipotrofi dan meningkatkanBerdasarkan intervensi di atas setelah 4 kali pertemuan diberikan NMES, strengthening exercise dan static bicycle dapat menurunkan hipotrofi dan meningkatkan
UWHSUWHS Menimbulkan keterbatasan dan gejala berupa nyeri, hilangnya stabilitas lutut, terbatasnya rentang gerak dan risiko cedera berulang. Laporan kasus ini bertujuanMenimbulkan keterbatasan dan gejala berupa nyeri, hilangnya stabilitas lutut, terbatasnya rentang gerak dan risiko cedera berulang. Laporan kasus ini bertujuan