UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Di Indonesia lebih dari 65% lanjut usia di atas 61 tahun menderita osteoarthritis. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit kronis muskuloskeletal yang menyerang pada tulang rawan sendi lutut dan dapat mengakibatkan penurunan kekuatan otot ekstensor knee secara progresif. Penurunan kekuatan otot ekstensor knee mengakibatkan penurunan fungsi aktivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan kekuatan otot ekstensor knee terhadap performa mobilitas pasien osteoarthritis. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional analysis. Penelitian dilakukan di RSUD Simo Kabupaten Boyolali. Subjek semua pasien osteoarthritis yang datang ke poli fisioterapi RSUD Simo Kabupaten Boyolali sebanyak 46 subjek. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan menggunakan uji pearson correlation. Hasil uji hubungan antara kekuatan otot ekstensor knee terhadap performa mobilitas pasien osteoarthritis didapatkan hasil nilai p = 0,047 dan nilai koefisien korelasi r = 0,295 yang dapat diartikan terdapat hubungan yang bermakna antara kekuatan otot ekstensor knee terhadap performa mobilitas pasien osteoarthritis.

terdapat hubungan bermakna antara kekuatan otot ekstensor knee dan performa mobilitas pasien Blow.Temuan ini menegaskan pentingnya melatih otot ekstensor knee bagi fisioterapis untuk meningkatkan mobilitas pasien.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor lain yang mempengaruhi mobilitas pasien.

Pertama, peneliti dapat melakukan uji intervensi randomized controlled trial untuk menilai apakah program latihan resistensi dinamis (ekstensif dan eksentrik) selama 8 minggu dapat meningkatkan kekuatan ekstensor knee dan performa 6MWT pada pasien osteoarthritis dibandingkan kelompok kontrol tanpa latihan. Kedua, 円 studi longitudinal selama 12 bulan dapat memonitor perubahan kekuatan otot, tingkat nyeri, dan kualitas hidup, untuk menentukan apakah peningkatan kekuatan otot berhubungan dengan penurunan nyeri dan peningkatan mobilitas secara temporer. Ketiga, peneliti dapat melakukan studi perbandingan antara pasien osteoarthritis yang obesitas dan non‑obesitas untuk mengevaluasi dampak indeks massa tubuh pada hubungan kekuatan ekstensor knee dan performa mobilitas, serta apakah intervensi peningkatan kekuatan memiliki efek berbeda antara kedua kelompok. Dengan ketiga arah penelitian ini, diharapkan dapat disusun pedoman latihan yang disesuaikan dengan kondisi BMI dan tingkat nyeri pasien, serta memperluas pemahaman tentang faktor‑faktor multifaktor yang mempengaruhi mobilitas pada pasien osteoarthritis.

  1. Hubungan Kekuatan Otot Ekstensor Knee Terhadap Performa Mobilitas Pada Pasien Osteoarthritis | Jurnal... doi.org/10.33660/jfrwhs.v9i2.432Hubungan Kekuatan Otot Ekstensor Knee Terhadap Performa Mobilitas Pada Pasien Osteoarthritis Jurnal doi 10 33660 jfrwhs v9i2 432
Read online
File size621.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test