BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Peran organisasi atau institusi harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas andal untuk menjalankan fungsinya dalam konteks pembangunan, dimana dampak utama peran tersebut tercermin pada kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stres kerja, uraian kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Metode yang digunakan berupa survei dengan pendekatan penelitian explanatori, dan analisis data menggunakan regresi berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F dan uji t, hasilnya menunjukkan bahwa (1) uraian kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara; (2) stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja; (3) kombinasi uraian kerja, stres kerja, dan motivasi secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan beberapa implikasi yang dapat dimanfaatkan.

Stres kerja memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, meskipun beban kerja tinggi dapat meningkatkan stres namun motivasi yang kuat dapat menyeimbangkan dampaknya.Uraian kerja yang jelas dan terstandarisasi berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja, karena memperjelas tugas dan tanggung jawab masing‑masing pegawai.Motivasi kerja juga terbukti berkontribusi secara positif terhadap kinerja, dimana rasa puas dan dorongan internal meningkatkan produktivitas pegawai.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program intervensi pelatihan manajemen stres berbasis mindfulness pada aparatur sipil di Dinas Pariwisata, dengan mengukur perubahan tingkat stres dan kinerja secara longitudinal selama enam bulan serta membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak menerima pelatihan. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif yang membandingkan pengaruh kombinasi stres kerja, uraian kerja, dan motivasi terhadap kinerja di beberapa dinas pariwisata di provinsi lain, untuk menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi faktor kontekstual regional seperti ukuran organisasi dan tingkat digitalisasi. Penelitian juga dapat menambahkan variabel kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi sebagai moderasi, guna meneliti bagaimana dukungan kepemimpinan dan budaya kerja dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara stres, uraian, motivasi, dan kinerja pegawai. Selain itu, pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dapat menggali persepsi pegawai mengenai kejelasan tugas dan sumber motivasi intrinsik, sehingga memberi gambaran yang lebih kaya tentang mekanisme yang mendasari kinerja. Akhirnya, sebuah studi eksperimen yang menerapkan sistem informasi manajemen kerja berbasis aplikasi mobile dapat diuji untuk melihat apakah digitalisasi uraian kerja meningkatkan transparansi tugas dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas. Dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif bagi peningkatan kinerja aparatur.

Read online
File size312.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test