IJNMSIJNMS
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek Latihan Tiup Balon terhadap aliran puncak ekspirasi (PEF) pada pasien COPD. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan pre-post test one-group. Sampel terdiri dari 30 pasien COPD yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu tidak mengalami infeksi paru menular saat ini. Alat pengumpulan data meliputi balon, peak flow meter untuk mengukur PEF, dan monitor SPO2 untuk latihan napas tiup balon. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata (Mean) PEF sebelum intervensi Latihan Tiup Balon adalah 90,83 lpm dengan standar deviasi 23,271, menunjukkan bahwa data pre-test PEF memiliki variasi tetapi sebagian besar terkumpul di sekitar rata-rata. Setelah Latihan Tiup Balon (post-test), rata-rata PEF meningkat menjadi 103,53 lpm dengan standar deviasi 28,565, menunjukkan bahwa data post-test juga tersebar di sekitar rata-ratanya. Uji Wilcoxon Signed Rank menghasilkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, menunjukkan bahwa Latihan Tiup Balon berpengaruh signifikan terhadap PEF pada pasien COPD. Latihan ini melibatkan otot-otot pernapasan, membantu menguatkan otot-otot tersebut dan meningkatkan efisiensi pernapasan. Dengan meningkatkan ventilasi, mencegah penangkapan air, dan menguatkan otot-otot pernapasan, Latihan Tiup Balon dapat mengurangi kerja pernapasan dan meningkatkan skor PEF.
Berdasarkan hasil penelitian pada pasien COPD di RSUD Sumberglagah, Pacet, Mojokerto, hampir semua responden berada di kelompok usia di atas 60 tahun.Meskipun ada beberapa responden di bawah 60 tahun, individu yang lebih tua biasanya mengalami penurunan elastisitas paru dan kekuatan otot pernapasan, sehingga mereka merasakan efek latihan tiup balon lebih kuat.Intervensi ini dapat merangsang otot-otot pernapasan dan meningkatkan pola pernapasan, sehingga memungkinkan peningkatan PEF.Secara umum, penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung implementasi Latihan Tiup Balon sebagai terapi non-farmakologis yang efektif dalam program rehabilitasi paru untuk pasien COPD di fasilitas kesehatan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis efek jangka panjang Latihan Tiup Balon pada pasien COPD dengan melakukan penelitian longitudinal yang mengamati perubahan PEF dan fungsi paru secara berkala selama beberapa bulan atau tahun. 2. Meneliti pengaruh kombinasi Latihan Tiup Balon dengan intervensi lain, seperti latihan fisik atau terapi oksigen, untuk melihat apakah kombinasi tersebut dapat meningkatkan efektivitas dalam meningkatkan PEF dan kualitas hidup pasien COPD. 3. Mengembangkan strategi pendidikan kesehatan yang komprehensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Latihan Tiup Balon dalam pengelolaan COPD, termasuk cara melakukan latihan dengan benar dan manfaatnya bagi kesehatan paru.
| File size | 456.46 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IJNMSIJNMS Kesalahan pengobatan merupakan penyebab utama insiden keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer, terutama selama fase peresepan dan transkripsi,Kesalahan pengobatan merupakan penyebab utama insiden keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer, terutama selama fase peresepan dan transkripsi,
IJNMSIJNMS Partisipan dipilih menggunakan sampling total. Terapi HYPROLA diberikan sesuai protokol standar. Aliran air susu dinilai sebelum dan sesudah intervensiPartisipan dipilih menggunakan sampling total. Terapi HYPROLA diberikan sesuai protokol standar. Aliran air susu dinilai sebelum dan sesudah intervensi
IJNMSIJNMS Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian basis data di PubMed dan Google Scholar dengan rentang periode publikasi 2015-2025. Hasil: Hasil menunjukkanMetode: Metode yang digunakan adalah pencarian basis data di PubMed dan Google Scholar dengan rentang periode publikasi 2015-2025. Hasil: Hasil menunjukkan
IJNMSIJNMS Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pemberian biji pala dan lidah buaya dibandingkan dengan kompres es untuk cedera memar. Desain quasi-eksperimenPenelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas pemberian biji pala dan lidah buaya dibandingkan dengan kompres es untuk cedera memar. Desain quasi-eksperimen
IJNMSIJNMS Pada penelitian ini, ditemukan bahwa rata-rata skala rasa sakit pada Tahap I Fase Aktif sebelum diberikan terapi akupresur di titik BL 32 dan aromaterapiPada penelitian ini, ditemukan bahwa rata-rata skala rasa sakit pada Tahap I Fase Aktif sebelum diberikan terapi akupresur di titik BL 32 dan aromaterapi
IJNMSIJNMS This intervention, combining hypnosis relaxation techniques and acupressure point stimulation, effectively stimulates the psycho-neuro-endocrine mechanismsThis intervention, combining hypnosis relaxation techniques and acupressure point stimulation, effectively stimulates the psycho-neuro-endocrine mechanisms
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Artikel ini memberikan poin-poin klinis untuk manajemen pasien dengan penyakit Graves berdasarkan review dan guidelines terbaru dari American Thyroid AssociationArtikel ini memberikan poin-poin klinis untuk manajemen pasien dengan penyakit Graves berdasarkan review dan guidelines terbaru dari American Thyroid Association
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES ECG revealed ST elevation in V2-V5 and in aVR. By coronary angiography, there were occlusions at the LAD and LCX. Stent was applied at proximal LAD andECG revealed ST elevation in V2-V5 and in aVR. By coronary angiography, there were occlusions at the LAD and LCX. Stent was applied at proximal LAD and
Useful /
IJNMSIJNMS Terdapat hubungan antara perilaku kader dan penggunaan Posyandu Jiwa dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga danTerdapat hubungan antara perilaku kader dan penggunaan Posyandu Jiwa dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan
IJNMSIJNMS Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada dalam kategori aktivitas fisik aktif (68,5%) dan memiliki fungsi kognitif normal (67,1%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada dalam kategori aktivitas fisik aktif (68,5%) dan memiliki fungsi kognitif normal (67,1%).
IJNMSIJNMS Desain penelitian menggunakan eksperimen semi dengan desain pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang dirawat di Ruang LilyDesain penelitian menggunakan eksperimen semi dengan desain pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang dirawat di Ruang Lily
STEKOMSTEKOM It means that the higher the set of cost arrangements, the maximum the costs. where presenting a large group will use debt to finance their operations.It means that the higher the set of cost arrangements, the maximum the costs. where presenting a large group will use debt to finance their operations.