UWHSUWHS
Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan RehabilitasiAktivitas olahraga sering menyebabkan cedera pada ACL. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya gerakan rotasi pada lutut yang biasanya dapat menyebabkan cedera pada ligamen, khususnya ACL. Penelitian dengan metode case report ini menunjukkan bahwa fisioterapi memiliki peran penting untuk mengatasi masalah komplikasi yang terjadi pada pasien pasca cedera ACL, khususnya untuk meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan ROM. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran manajemen fisioterapi pada kasus post operative rekonstruksi ACL yang dilakukan selama 4 kali pertemuan. Metode: Studi ini merupakan laporan kasus, data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hasil: Pasien atas nama Tn. U berusia 17 tahun dengan diagnosis post operative rekonstruksi ACL. Penelitian ini dilakukan pada pertemuan ke-26 dan diberikan penanganan fisioterapi berupa NMES, ROM exercise, dan strengthening exercise untuk meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan lingkup gerak sendi. Evaluasi dilakukan setelah 4 kali fisioterapi dan hasilnya terjadi peningkatan ROM dan peningkatan lingkar otot. Kesimpulan: Pemberian modalitas fisioterapi berupa NMES, ROM exercise, dan strengthening exercise efektif dalam meningkatkan ROM dan meningkatkan lingkar otot pada kondisi pasca rekonstruksi ACL.
Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus post operative rekonstruksi ACL penting bagi pasien untuk dapat mengembalikan aktivitas pasien seperti sebelumnya.Berdasarkan intervensi di atas setelah 4 kali pertemuan diberikan NMES, strengthening exercise dan static bicycle dapat menurunkan hipotrofi dan meningkatkan ROM pasien setelah rekonstruksi ACL serta terjadi penurunan nyeri.
Saran penelitian lanjutan: . . 1. Mengembangkan studi kasus yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak atlet sepak bola yang mengalami cedera ACL, untuk menganalisis efektivitas fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot dan ROM secara lebih komprehensif. . . 2. Meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan fisioterapi pasca rekonstruksi ACL, seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik awal pasien, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang optimal untuk berbagai kelompok pasien. . . 3. Menjelajahi peran fisioterapi dalam mencegah dan mengelola komplikasi pasca operasi ACL, seperti arthrofibrosis, dan mengembangkan protokol fisioterapi yang dapat mengurangi risiko komplikasi tersebut.
| File size | 513.12 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PKKBPKKB Hasil yang didapatkan yaitu tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan baik sebanyak 4 partisipan (11%), cukup 15 partisipanHasil yang didapatkan yaitu tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan baik sebanyak 4 partisipan (11%), cukup 15 partisipan
PKKBPKKB Diharapkan puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan MP-ASI secara berkesinambungan sehingga ibu memperoleh informasi yang tepat, terkini, dan sesuai denganDiharapkan puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan MP-ASI secara berkesinambungan sehingga ibu memperoleh informasi yang tepat, terkini, dan sesuai dengan
PKKBPKKB Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas peserta merasa sangat puas terhadap jalannya kegiatan, baik dari segi materi, penyampaian, maupun manfaat yangHal ini mengindikasikan bahwa mayoritas peserta merasa sangat puas terhadap jalannya kegiatan, baik dari segi materi, penyampaian, maupun manfaat yang
PKKBPKKB Namun, implementasinya di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi kesehatan, terbatasnya kapasitas kader, belumNamun, implementasinya di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi kesehatan, terbatasnya kapasitas kader, belum
UWHSUWHS Penatalaksanaan fisioterapi dalam penanganan pasca ACLR bertujuan untuk mengurangi nyeri dan bengkak, mencegah atrofi otot, meningkatkan kekuatan ototPenatalaksanaan fisioterapi dalam penanganan pasca ACLR bertujuan untuk mengurangi nyeri dan bengkak, mencegah atrofi otot, meningkatkan kekuatan otot
UWHSUWHS Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemulihan pada pasien pasca re‑operasi Arthrofibrosis riwayat rekonstruksi ACL dengan peningkatan kekuatanPenelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemulihan pada pasien pasca re‑operasi Arthrofibrosis riwayat rekonstruksi ACL dengan peningkatan kekuatan
UWHSUWHS Perawatan konservatif dapat diandalkan secepatnya berpartisipasi pada aktivitas sehari‑hari, namun memerlukan penilaian lebih lanjut untuk kembali kePerawatan konservatif dapat diandalkan secepatnya berpartisipasi pada aktivitas sehari‑hari, namun memerlukan penilaian lebih lanjut untuk kembali ke
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Latihan Emotional Experience Writing direkomendasikan sebagai intervensi de-eskalasi alternatif, terutama bagi klien dengan risiko perilaku kekerasan.Latihan Emotional Experience Writing direkomendasikan sebagai intervensi de-eskalasi alternatif, terutama bagi klien dengan risiko perilaku kekerasan.
Useful /
PKKBPKKB Program Kader Cerdas Gizi dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan stunting padaProgram Kader Cerdas Gizi dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan stunting pada
PKKBPKKB Pada kasus konstipasi, pemberian terapi pijat dapat mempercepat waktu transit kolon sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Desa Dauh PuriPada kasus konstipasi, pemberian terapi pijat dapat mempercepat waktu transit kolon sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Desa Dauh Puri
UWHSUWHS Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 34 orang anak berusia 7 hingga 9 tahun dari SD Muhammadiyah Mlangi yang diberikan perlakuan dual task trainingSampel dalam penelitian ini terdiri dari 34 orang anak berusia 7 hingga 9 tahun dari SD Muhammadiyah Mlangi yang diberikan perlakuan dual task training
UWHSUWHS Prestasi atlet dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan fisik. Fisiologis pernafasan yang optimal mendukung kemampuan fisik atlet. Deep BreathingPrestasi atlet dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan fisik. Fisiologis pernafasan yang optimal mendukung kemampuan fisik atlet. Deep Breathing