PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Salah satu indikator kesehatan bayi yaitu pola defekasi. Pola defikasi pada anak dapat dinilai dengan frekuensi defekasi, konsistensi defekasi, dan warna tinja. Penanganan maupun pencegahan pada penyakit anak dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun non-farmakologi. Terapi pijat merupakan bagian dari terapi non-farmakologi yang sudah dikenal masyarakat sejak zaman dahulu. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menunjukkan terdapat banyak pengaruh positif dari pijat, yaitu meningkatkan sistem imunitas, merileksasikan tubuh anak, mengatasi kesulitan tidur, meningkatkan proses tumbuh kembang, mencegah timbulnya gangguan pencernaan, melancarkan buang air besar, meningkatkan kerja sistem pernapasan, pencernaan dan peredaran darah. Pada kasus konstipasi, pemberian terapi pijat dapat mempercepat waktu transit kolon sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Desa Dauh Puri Kaja mempunyai masyarakat yang heterogen, baik dari kondisi masyarakat, pengetahuan, sosial dan ekonomi yang memunculkan berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan beberapa masalah yang dihadapi mitra yaitu: kurangnya partisipasi kader dalam melakukan kelas bayi, khususnya pijat bayi, dan kurangnya pengetahuan kader tentang pijat bayi dan manfaat pijat bayi. Kegiatan yang dilakukan antara lain: Sosialisasi: Melakukan sosialisasi kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada kader di Desa Dauh Puri Kaja; dan Pertemuan: Memberikan penyuluhan pijat bayi kepada kader di Desa Dauh Puri Kaja. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pijat bayi kepada kader di Desa Dauh Puri Kaja diselenggrakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Peserta berjumlah 15 orang kader. Semua peserta penyuluhan antusias mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta bertanya lebih lanjut mengenai materi yang diberikan. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya bidan lebih mensosialisasikan terkait pijat bayi kepada kader, dan melakukan pelatihan atau kelas rutin terkait baby massage. Bagi ibu atau orang tua diharapkan ibu lebih aktif dalam mencari informasi terkait baby massage dan melakukan baby massage secara rutin kepada bayinya.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pijat bayi kepada kader di Desa Dauh Puri Kaja diselenggrakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.Semua peserta penyuluhan antusias mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan.Kegiatan mendapatkan sambutan yang sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta bertanya lebih lanjut mengenai materi yang diberikan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji dampak jangka panjang pelatihan rutin pijat bayi bagi kader terhadap pola defekasi dan pertumbuhan bayi di komunitas pedesaan; selanjutnya, perlu dibandingkan efektivitas penggunaan materi multimedia digital (seperti video tutorial) dengan pelatihan tatap muka dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pijat bayi; terakhir, studi kualitatif dapat menggali faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi adopsi praktik pijat bayi oleh ibu setelah menerima edukasi komunitas, sehingga strategi intervensi yang lebih tepat dapat dirancang.

  1. Pengaruh Penyuluhan Teknik Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pijat Bayi Pada Ibu Di Kelurahan... doi.org/10.31764/mj.v3i1.127Pengaruh Penyuluhan Teknik Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pijat Bayi Pada Ibu Di Kelurahan doi 10 31764 mj v3i1 127
Read online
File size566.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test