STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)

Influenza merupakan penyakit yang paling sering menyerang manusia. Rata-rata banyak yang mengenai penyakit ini di usia remaja atau usia produktif, yang akan memperbanyak merugikan dari segi Kesehatan dan abnormal kehidupan sehari – hari pada remaja. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap remaja tentang influenza dan cara menghindari influenza. Metode dalam menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan menggunakan pemaparan materi power point, diskusi dan praktek langsung cara menghindari influenza dengan praktek mencuci tangan 6 langkah dan cara penggunaan masker yang benar. Berdasarkan hasil yang dimana didapatkan penkes ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang Influenza, dengan nilai rata-rata pre-test adalah 83, dimana nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 90. Sedangkan untuk post-test, didapat nilai terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 100. Persentase kenaikan Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikannnya penyuluhan adalah sebesar 7%. Adapun harapan untuk para mahasiswa/i SMPN 16 Banjarmasin setelah mengikuti kegiatan ini adalah dapat menerapkan cara yang telah di praktekkan untuk menghindari influenza pada usia remaja.

Influenza merupakan infeksi akut saluran pernapasan yang sangat menular melalui droplet, dengan gejala seperti demam, batuk, dan pilek, serta dapat diobati secara simtomatik atau dengan antiviral.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMPN 16 Banjarmasin tentang influenza melalui penyuluhan yang melibatkan Power Point dan poster.Peningkatan tingkat pengetahuan ini terbukti dengan kenaikan sebesar 4% setelah penyuluhan, berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta.

Meskipun studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang positif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita mengenai pencegahan influenza pada remaja. Salah satu ide penelitian adalah untuk menguji keberlanjutan efek dari intervensi edukasi jangka panjang. Misalnya, sebuah studi kohort dapat dilakukan untuk mengevaluasi apakah perilaku cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat masih diterapkan oleh para remaja beberapa bulan setelah penyuluhan, serta faktor-faktor apa saja yang mungkin memengaruhi retensi kebiasaan sehat tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu membentuk perilaku yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari remaja. Selain itu, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi efektivitas relatif dari berbagai metode intervensi. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah, Apakah pendekatan edukasi yang lebih partisipatif dan berbasis keterampilan, seperti simulasi interaktif atau penggunaan aplikasi edukasi, akan menghasilkan dampak yang lebih besar pada perubahan perilaku dibandingkan dengan metode ceramah tradisional? Studi perbandingan dengan kelompok kontrol dapat membantu mengidentifikasi strategi penyuluhan yang paling optimal. Terakhir, sangat menarik untuk meneliti bagaimana faktor lingkungan dan sosial yang lebih luas, seperti dukungan keluarga, peran guru, atau ketersediaan fasilitas sanitasi di sekolah, dapat memengaruhi kepatuhan remaja terhadap praktik pencegahan influenza. Penelitian ini bisa dilakukan melalui metode kualitatif untuk menggali persepsi remaja tentang hambatan dan pendorong dalam menerapkan perilaku sehat, serta mengidentifikasi kebijakan sekolah yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.

Read online
File size1.86 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test