ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) paru adalah masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Wundulako, Kabupaten Kolaka. Faktor-faktor seperti kondisi lingkungan, status kesehatan individu, dan kebiasaan hidup dapat memengaruhi kejadian TB paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap risiko TB paru. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wundulako dari Januari hingga Juni 2024. Populasi penelitian terdiri dari pasien TB paru dan individu sehat sebagai kelompok kontrol. Sampel diambil sebanyak 62 orang dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan kesehatan, dan analisis data sekunder. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru (p = 0,000). Sedangkan pengetahuan (p = 1,000), sikap (p = 0,582), dan ekonomi (p = 1,000) tidak berhubungan dengan kejadian TB paru. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian TB paru, sedangkan status gizi berhubungan dengan kejadian TB paru.

Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru.Ibu hamil dengan status gizi buruk, yang diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pola makan, menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap TB paru dibandingkan dengan mereka yang memiliki status gizi baik.Ini menunjukkan bahwa malnutrisi atau kekurangan gizi dapat memperburuk daya tahan tubuh terhadap infeksi TB.Sedangkan pengetahuan, sikap, dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian TB Paru.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang memantau perkembangan faktor-faktor risiko TB paru seiring waktu. Studi ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai perubahan dinamis dalam faktor risiko. Selain itu, perlu dilakukan integrasi pemeriksaan rutin untuk TB paru dalam layanan kesehatan Puskesmas dan memperkuat program pemantauan bagi individu dengan faktor risiko tinggi, seperti perokok aktif atau mereka yang tinggal di lingkungan tidak sehat. Masyarakat juga perlu ditingkatkan kesadarannya mengenai pentingnya status gizi yang baik untuk kesehatan secara umum, khususnya dalam pencegahan TB paru.

Read online
File size243.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test