ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Remaja sering mengalami perubahan emosional yang signifikan, salah satunya adalah perasaan patah hati akibat berakhirnya hubungan percintaan. Perasaan patah hati dapat menimbulkan stres emosional yang berpengaruh pada kualitas tidur remaja. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental remaja, sehingga penting untuk mengetahui pengaruh broken heart terhadap kualitas tidur pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh broken heart terhadap kualitas tidur pada remaja di kalangan mahasiswa/i UINSU. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik observasional dengan desain cross sectional, data dikumpulkan dari 160 mahasiswa melalui kuesioner terstandar, termasuk Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan aplikasi spss versi 25.0. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara broken heart dengan kualitas tidur (p=0.012). Penelitian ini menyimpulkan bahwa broken heart berpengaruh negatif terhadap kualitas tidur remaja. Stres emosional yang disebabkan oleh patah hati dapat mengganggu ritme tidur dan menyebabkan gangguan tidur.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa broken heart memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesehatan mental dan pola tidur mahasiswa/i UINSU.Tingkat keparahan broken heart berkorelasi positif dengan penurunan kesehatan mental dan kualitas tidur yang lebih buruk.Mahasiswa/i yang mengalami broken heart dengan tingkat yang lebih berat menunjukkan gejala depresi yang lebih tinggi dan pola tidur yang cenderung buruk.Remaja yang mengalami patah hati disarankan untuk mencari dukungan emosional dari keluarga, teman dekat, atau konselor.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam mengenai perbedaan dampak broken heart terhadap kualitas tidur antara remaja perempuan dan laki-laki. Selain itu, faktor sosial seperti dukungan sosial atau norma budaya juga dapat menjadi fokus penelitian untuk memahami lebih lanjut pengalaman patah hati dan kualitas tidur. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk membantu remaja yang mengalami broken heart dalam mengelola stres dan menjaga kualitas tidur mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas tidur remaja di kalangan mahasiswa/i UINSU.

Read online
File size198.89 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test