AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi kompetensi penting bagi tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pra‑bencana adalah Service Learning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan pra‑bencana pada mahasiswa Program Studi Kebidanan S1 di STIKes RSPAD Gatot Soebroto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan pendekatan pretest‑posttest kontrol grup. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan teknik total sampling. Hasil: Nilai rata‑rata pengetahuan mahasiswa meningkat dari 78,33 ± 16,681 sebelum intervensi menjadi 99,42 ± 2,015 setelah diberikan metode Service Learning. Nilai rata‑rata sikap meningkat dari 72,45 ± 14,168 menjadi 86,37 ± 1,650. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,001) sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Metode Service Learning efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan pra‑bencana mahasiswa Program Studi Kebidanan S1.
Service learning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan pra‑bencana pada mahasiswa kebidanan melalui integrasi pengalaman akademik di lapangan, pembelajaran kritis, dan refleksi.Penerapan metode ini diharapkan mendukung pengembangan mahasiswa tenaga kesehatan prospektif yang siap berperan dalam upaya mitigasi dan respons bencana di komunitas.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan efek Service Learning terhadap pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan pra‑bencana dengan melakukan penilaian longitudinal selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan yang tercapai bersifat tahan lama dan bagaimana faktor‑faktor lingkungan memengaruhi retensi pengetahuan. Selain itu, studi komparatif antara mahasiswa kebidanan dengan mahasiswa bidang kesehatan lain, seperti keperawatan atau kesehatan masyarakat, dapat menguji apakah metode Service Learning menghasilkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang serupa atau berbeda antar disiplin, serta menilai peran kolaborasi interprofesional dalam memperkuat kompetensi kesiapsiagaan bencana. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan dan menguji varian Service Learning berbasis teknologi digital, misalnya melalui simulasi daring, aplikasi mobile, atau platform virtual reality, untuk menilai efektivitasnya dalam kondisi terbatas akses lapangan, serta mempelajari pengaruhnya terhadap kemampuan praktis, perilaku respons bencana, dan motivasi belajar mahasiswa dalam konteks pendidikan kebidanan modern. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas bukti empiris mengenai efektivitas Service Learning dan memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum kebidanan yang adaptif terhadap tantangan bencana di masa depan.
| File size | 173.97 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
LIFESCIFILIFESCIFI Faktor risiko utama yang teridentifikasi meliputi kendala likuiditas, ketidakpastian investasi, dan tantangan regulasi. Temuan menunjukkan bahwa kerangkaFaktor risiko utama yang teridentifikasi meliputi kendala likuiditas, ketidakpastian investasi, dan tantangan regulasi. Temuan menunjukkan bahwa kerangka
ADMIADMI Total skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompokTotal skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompok
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Namun, di balik daya tarik warna yang memikat terdapat risiko kesehatan yang mengintai. Bahan kimia dalam pewarna rambut, seperti para‑phenylenediamineNamun, di balik daya tarik warna yang memikat terdapat risiko kesehatan yang mengintai. Bahan kimia dalam pewarna rambut, seperti para‑phenylenediamine
UNTANUNTAN Temuan ini mengkonfirmasi teori legitimasi, teori pemangku kepentingan, dan teori manajemen risiko, menyoroti peran energi bersih sebagai instrumen legitimasiTemuan ini mengkonfirmasi teori legitimasi, teori pemangku kepentingan, dan teori manajemen risiko, menyoroti peran energi bersih sebagai instrumen legitimasi
PKKBPKKB Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan materi yang lebih komprehensif dan dukungan pemerintah serta inovasi pangan lokal untuk memperkuat peran kaderDiharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan materi yang lebih komprehensif dan dukungan pemerintah serta inovasi pangan lokal untuk memperkuat peran kader
ACEHPROVACEHPROV Perbandingan kadar albumin kreatinin rasio sebelum dan setelah puasa Ramadhan menggunakan uji T-test berpasangan bila distribusi data normal dan uji WilcoxonPerbandingan kadar albumin kreatinin rasio sebelum dan setelah puasa Ramadhan menggunakan uji T-test berpasangan bila distribusi data normal dan uji Wilcoxon
PKKBPKKB Kader dapat meningkatkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh bidan maupun narasumber lain. Berdasarkan hasilKader dapat meningkatkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh bidan maupun narasumber lain. Berdasarkan hasil
DWCUDWCU Model pengukuran kepuasan pengguna menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation ModelingModel pengukuran kepuasan pengguna menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Data diperoleh dari arsip BAKP Universitas Tadulako, universitas, dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa kimia dasar berpengaruh positif terhadap IP mahasiswaData diperoleh dari arsip BAKP Universitas Tadulako, universitas, dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa kimia dasar berpengaruh positif terhadap IP mahasiswa
UMTUMT Penggunaan kombinasi metode PCQ dan Queue tree terbukti efektif dalam menciptakan distribusi internet yang adil dan efisien, serta mampu meningkatkan kinerjaPenggunaan kombinasi metode PCQ dan Queue tree terbukti efektif dalam menciptakan distribusi internet yang adil dan efisien, serta mampu meningkatkan kinerja
IISTRIISTR Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam kesadaran metacognitive siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan modul. Penelitian ini berkontribusiHasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam kesadaran metacognitive siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan modul. Penelitian ini berkontribusi
UMTUMT Dengan meningkatkan nilai faktor fuzzy, hasil clustering menjadi lebih optimal, sebagaimana terlihat pada gambar 7.meskipun algoritma fuzzy K-means membutuhkanDengan meningkatkan nilai faktor fuzzy, hasil clustering menjadi lebih optimal, sebagaimana terlihat pada gambar 7.meskipun algoritma fuzzy K-means membutuhkan