STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN

TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamTANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai toleransi melalui Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kritis. Penelitian memfokuskan pada kemampuan untuk menganalisis dan menelaah dari sumber-sumber kepustakaan yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) mengetahui internalisasi nilai-nilai toleransi melalui Pendidikan Agama Islam dengan 8 karakter nilai toleransi yaitu Melakukan pembiasaan pada satuan pendidikan, di rumah, dan lingkungan masyarakat, Pembiasaan menjadi peranan penting, maka pembiasaan dilakukan secara terus-menerus, Karakter sebagai sebuah sifat dan respons situasi yang dimanifestasikan dalam tindakan, dilakukan secara konsisten, terpola yang tidak disadari, dan konstan, sinergitas dari berbagai pihak baik sekolah maupun keluarga megniternalisasi nilai toleransi, Memberikan stimulus, Memberikan teguran dalam rangka menegakkan kebenaran, Keteladanan: dari seluruh sivitas sekolah. 2)internalisasi nilai toleransi tidak hanya sebatas materi pelajaran akan tetapi dapat menjadi kebiasaan sehingga membentuk sebuah perilaku. Dengan demikian setiap siswa dapat mencerminkan warga negara yang baik.

Pendidikan Agama Islam dapat menjadi jawaban dalam membentuk karakter peserta didik.Nilai toleransi menjadi karakter yang harus dijunjung tinggi dan dapat diinternalisasikan ke dalam program-program kegiatan sekolah maupun ke dalam visi dan misi sekolah.Upaya pembinaan toleransi menjadi sebuah kebiasaan dapat dilakukan dengan memenafaatkan berbagai pihak untuk terlibat, memberikan keteladanan serta memberikan ruang untuk membuat program yang berkenaan dengan keadaan nyata.

Untuk menanamkan nilai toleransi, sekolah dapat menerapkan program-program religuitas yang meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, sekolah juga dapat melakukan pembinaan terhadap seluruh siswa mengenai cara menghargai bentuk-bentuk perbedaan dan memberikan praktik nyata mengenai semangat bela negara, cinta tanah air, dan mengedepankan unsur kebudayaan. Penanaman nilai toleransi ini harus dimulai dari pembiasaan yang dilakukan pada setiap peserta didik. Dengan demikian, toleransi dapat menjadi sebuah kebiasaan atau perilaku. Pendidikan Agama Islam menjadi kajian yang pantas untuk membentuk karakter peserta didik dengan menanamkan dan mengembangkan toleransi. Pembelajaran diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan dapat mengembangkan sikap spiritual dan sosial sesuai dengan karakteristik Pendidikan Agama Islam yang diharapkan menumbuhkan budaya keagamaan (religious culture) di sekolah.

  1. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya. membangun sikap toleransi beragama masyarakat plural... doi.org/10.15575/jw.v1i2.588Wawasan Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya membangun sikap toleransi beragama masyarakat plural doi 10 15575 jw v1i2 588
  2. Skala karakter toleransi: konsep dan operasional aspek kedamaian, menghargai perbedaan dan kesadaran... e-journal.unipma.ac.id/index.php/JBK/article/view/1710Skala karakter toleransi konsep dan operasional aspek kedamaian menghargai perbedaan dan kesadaran e journal unipma ac index php JBK article view 1710
  3. PERAN PELATIHAN PENGUATAN TOLERANSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN... journals.ums.ac.id/index.php/jpis/article/view/8204PERAN PELATIHAN PENGUATAN TOLERANSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN journals ums ac index php jpis article view 8204
Read online
File size236.37 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test