STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamTANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan pesantren K.H. Hasyim Asyari dan relevansinya dalam pengembangan Islam berbasis multikultural di Indonesia. Sebagai tokoh ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Hasyim Asyari memiliki kontribusi besar dalam membentuk sistem pendidikan pesantren yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keterbukaan terhadap keberagaman budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asyari menekankan pentingnya akhlak, penguasaan ilmu agama, serta sikap toleran terhadap perbedaan. Pesantren diposisikan sebagai pendidikan yang tidak hanya mencetak ulama, tetapi juga membentuk karakter santri yang mampu hidup dalam masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan pesantren K.H. Hasyim Asyari relevan untuk memperkuat integrasi sosial dan memperkaya pengembangan Islam di Indonesia.
Hasyim Asyari berkontribusi signifikan pada pembentukan karakter bangsa Indonesia yang multikultural melalui pesantren yang menanamkan nilai‑nilai keislaman toleran, moderat, dan menghargai keberagaman.Pemikiran ini menekankan pentingnya adab, musyawarah, dan sikap terbuka terhadap perbedaan, sehingga relevan untuk memperkuat upaya pembangunan Islam berbasis multikultural dalam konteks Indonesia modern.Dengan menginternalisasi nilai toleransi dan perdamaian dalam sistem pendidikan, pesantren dapat menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika globalisasi dan tantangan intoleransi.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana kurikulum multikultural dapat diimplementasikan secara konkret di pesantren, misalnya dengan menguji dampak integrasi mata pelajaran umum dan agama terhadap toleransi santri (pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh kurikulum multikultural terhadap tingkat toleransi santri di pesantren?). Selain itu, diperlukan evaluasi program pelatihan guru pesantren dalam memahami dan mengajarkan nilai‑nilai multikultural, sehingga dapat dirumuskan pertanyaan penelitian: apa faktor‑faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan guru dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural? Terakhir, studi komparatif antara pesantren yang mengadopsi model pendidikan multikultural dan yang mempertahankan model tradisional dapat memberikan insight tentang perbedaan hasil belajar, partisipasi sosial, dan sikap terhadap keberagaman (pertanyaan penelitian: bagaimana perbedaan outcome akademik dan sosial antara santri yang belajar dalam lingkungan multikultural versus tradisional?).
| File size | 161.06 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Perbedaan pandangan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan dasar argumentasi yang digunakan, Jean Piaget dikenal sebagai tokoh barat sedangkanPerbedaan pandangan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan dasar argumentasi yang digunakan, Jean Piaget dikenal sebagai tokoh barat sedangkan
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Manajemen penggunaan media pembelajaran berbasis komputer di MTs Al-Muamalah meliputi perencanaan yang matang, dimulai dari penetapan tujuan, penyusunanManajemen penggunaan media pembelajaran berbasis komputer di MTs Al-Muamalah meliputi perencanaan yang matang, dimulai dari penetapan tujuan, penyusunan
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Subjek pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas IX B sebanyak 20 peserta didik. Dalam penelitian ini terdapat 3 siklus yaitu: pra siklus, siklus I danSubjek pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas IX B sebanyak 20 peserta didik. Dalam penelitian ini terdapat 3 siklus yaitu: pra siklus, siklus I dan
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Pengembangan kurikulum harus bersifat strategis dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan global yang terus berubah. Kolaborasi antara perguruan tinggi,Pengembangan kurikulum harus bersifat strategis dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan global yang terus berubah. Kolaborasi antara perguruan tinggi,
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN 0 dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW. Metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dilakukan pada hadits tentang pentingnya ilmu stuur, niat,0 dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW. Metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dilakukan pada hadits tentang pentingnya ilmu stuur, niat,
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan sumber data primer kitab nadzom al ala. Hasil dari penelitian literatur review ini, menghasilkanMetode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan sumber data primer kitab nadzom al ala. Hasil dari penelitian literatur review ini, menghasilkan
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen pembelajaran tahfidz Al‑Quran di Rumah Tahfidz Quran At‑TaqwaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen pembelajaran tahfidz Al‑Quran di Rumah Tahfidz Quran At‑Taqwa
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Tujuan dari adanya penulisan ini adalah agar para orangtua dan juga guru mengetahui dan memahami ruang lingkup, materi, metode, bahkan manajemen pendidikanTujuan dari adanya penulisan ini adalah agar para orangtua dan juga guru mengetahui dan memahami ruang lingkup, materi, metode, bahkan manajemen pendidikan
Useful /
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Selain itu, terdapat perbedaan orientasi yang cukup tajam antara ketiga aktor. Sekolah berfokus pada pencapaian target akademik dan angka kelulusan, pemerintahSelain itu, terdapat perbedaan orientasi yang cukup tajam antara ketiga aktor. Sekolah berfokus pada pencapaian target akademik dan angka kelulusan, pemerintah
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Pendidikan menjadi harapan untuk menanggung transmisi keseluruhan sosial dan kebudayaan bangsa. Secara umum proses sosial tidak lepas dari adanya interaksiPendidikan menjadi harapan untuk menanggung transmisi keseluruhan sosial dan kebudayaan bangsa. Secara umum proses sosial tidak lepas dari adanya interaksi
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang diperoleh oleh hasil test kemampuan pemahamanPermasalahan yang melatarbelakangi peneliti ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang diperoleh oleh hasil test kemampuan pemahaman
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Maka dari itu diperlukan sebuah penilaian mutu dalam kelayakan penyelenggaraan pendidikan oleh suatu lembaga satuan pendidikan yang dinamakan Akreditasi.Maka dari itu diperlukan sebuah penilaian mutu dalam kelayakan penyelenggaraan pendidikan oleh suatu lembaga satuan pendidikan yang dinamakan Akreditasi.