STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN

TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamTANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Setiap bangsa, individu pada umumnya menginginkan pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan formal, semakin banyak dan semakin tinggi maka semakin baik. Pendidikan menjadi harapan untuk menanggung transmisi keseluruhan sosial dan kebudayaan bangsa. Secara umum proses sosial tidak lepas dari adanya interaksi sosial, dimana terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Adapun kebudayaan, tidak terlepas dari sarana dan prosesnya. Sarana pewarisan budaya meliputi keluarga, masyarakat, lembaga adat, komunitas agama, sekolah dan media masa. Sedangkan proses pewarisan budaya terbagi menjadi akulturasi dan enkulturasi.

Suatu proses interaksi didasarkan pada empat faktor, yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.Faktor imitasi mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial, segi positifnya dapat mendorong seseorang mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya kemudian diterima oleh pihak lain.Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.Proses simpati merupakan suatu proses seseorang merasa tertarik pada pihak lain, dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.Dari keempat faktor tersebut dapat dikatakan bahwa faktor imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat, walaupun pengaruhnya kurang mendalam bila dibandingkan dengan faktor identifikasi dan simpati yang relatif agak lambat proses berlangsungnya.

Untuk mengatasi degradasi moral generasi muda Indonesia, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi-strategi pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya yang positif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif, serta melibatkan berbagai pihak seperti keluarga, komunitas, dan lembaga adat dalam proses pendidikan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi peran media massa dalam mempromosikan budaya lokal dan mengimbangi pengaruh budaya luar yang mungkin merusak. Dengan demikian, pendidikan dapat berfungsi sebagai alat transformasi sosial dan budaya yang positif, dan membantu membangun karakter bangsa Indonesia yang luhur dan kokoh.

Read online
File size525.18 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test