STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN

TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan IslamTANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan kompleks seiring dengan dinamika sosial, budaya, dan arus globalisasi yang menuntut penguatan dimensi kemanusiaan selain aspek teologis. Pendekatan pembelajaran PAI yang masih dominan bersifat normatif dan kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menumbuhkan empati, toleransi, serta tanggung jawab sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora serta mengidentifikasi metode dan strategi yang relevan dalam mengembangkan dimensi sosial dan kemanusiaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan regulasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan sosio-humaniora memposisikan PAI sebagai proses pendidikan yang kontekstual, dialogis, dan humanistik melalui integrasi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan keislaman, sehingga dapat memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran dan agen transformasi sosial.

Pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora berakar pada pandangan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada aspek teologis, tetapi juga pada pengembangan kemanusiaan yang utuh.Konsep ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang belajar memaknai nilai-nilai Islam dalam konteks sosial dan budaya.Metode dan strategi yang bersifat dialogis, kontekstual, dan reflektif dapat memperkuat empati, toleransi, serta tanggung jawab sosial siswa.Dengan demikian, pendekatan sosio-humaniora memperluas cakupan pendidikan agama menjadi ruang dialog antara wahyu dan realitas sosial, sekaligus menciptakan generasi Muslim yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.

Pertanyaan penelitian pertama: “Bagaimana penerapan strategi pembelajaran bersifat kolaboratif berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan siswa PAI untuk menerapkan nilai empati dalam situasi sosial nyata? Pertanyaan kedua: “Bagaimana integrasi teknologi digital dengan pendekatan sosio-humaniora mempengaruhi tingkat partisipasi aktif siswa dalam diskusi nilai keadilan sosial di kelas PAI? Pertanyaan ketiga: “Bagaimana peran guru sebagai fasilitator dialog dapat diukur dalam perubahan sikap siswa terhadap pluralitas budaya setelah menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis sosio-humaniora?.

Read online
File size269.36 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test