AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Pengetahuan ibu nifas tentang pijat Woolwich berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI. Pijat Woolwich diyakini dapat merangsang hormon prolaktin yang mendukung aliran laktasi yang lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang pijat Woolwich dengan peningkatan produksi ASI di Klinik Milenium pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah survei analitis dengan desain potong lintang, melibatkan seluruh 30 ibu nifas yang berkunjung ke klinik tersebut sebagai sampel total. Hasil analisis menunjukkan mayoritas ibu nifas memiliki pengetahuan terbatas tentang pijat Woolwich (46,7%) dan sebagian besar tidak mengalami peningkatan produksi ASI (63,3%). Namun, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang pijat Woolwich dengan peningkatan produksi ASI (p‑value = 0,000 < 0,05). Pengetahuan yang lebih baik mengenai teknik pijat ini memungkinkan ibu memahami dan menerapkan pijat secara tepat untuk meningkatkan produksi ASI. Studi ini menekankan pentingnya peningkatan edukasi bagi ibu nifas mengenai pijat Woolwich guna mendukung keberhasilan menyusui eksklusif.

Sebagian besar ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang pijat Woolwich lebih mungkin mengalami peningkatan produksi ASI dibandingkan ibu dengan pengetahuan rendah.Pengetahuan yang memadai penting untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang perawatan pasca melahirkan serta mendukung aliran laktasi yang lancar.Oleh karena itu, program edukasi tentang pijat Woolwich perlu diperluas di klinik dan fasilitas kesehatan guna meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah program edukasi terstruktur tentang pijat Woolwich yang diberikan secara berkelompok kepada ibu nifas dapat meningkatkan pengetahuan mereka serta produksi ASI secara signifikan dibandingkan dengan pemberian informasi secara individual, dengan mengukur perubahan skor pengetahuan dan volume ASI sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, perlu dipelajari bagaimana faktor dukungan sosial, seperti peran suami atau anggota keluarga, serta kondisi psikologis ibu, berinteraksi sebagai mediator atau moderator antara pengetahuan pijat Woolwich dan peningkatan produksi ASI, menggunakan analisis jalur struktural. Selain itu, penelitian longitudinal dengan desain kohort selama enam bulan pasca melahirkan dapat mengamati dampak jangka panjang penerapan pijat Woolwich terhadap kepatuhan menyusui eksklusif serta pertumbuhan bayi, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor risiko kegagalan laktasi melalui survei bulanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan strategi intervensi kebidanan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif, dan memungkinkan pengembangan pedoman klinis yang berbasis bukti. Akhirnya, evaluasi biaya‑efektivitas dari program edukasi dan praktik pijat ini dapat membantu kebijakan kesehatan dalam alokasi sumber daya.

Read online
File size29.26 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test