ADMIADMI
Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan KedokteranFungsi sosial dan gejala somatik merupakan komponen penting dari status kesehatan lansia yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka, khususnya bagi yang tinggal di fasilitas perawatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi sosial dan gejala somatik dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW). Desain penelitian yang digunakan bersifat potong lintang, melibatkan 146 responden lansia yang dipilih secara acak sederhana dari dua PSTW di Jawa Timur. Instrumen yang dipakai meliputi General Health Questionnaire (GHQ-28) untuk mengukur fungsi sosial dan gejala somatik, serta Older Peoples Quality of Life Brief Questionnaire (OPQoL‑Brief) untuk menilai kualitas hidup. Hasil menunjukkan mayoritas lansia memiliki tingkat fungsi sosial sedang (63%) dan mengalami gejala somatik ringan hingga sedang (58%). Analisis Spearman mengungkapkan hubungan signifikan antara fungsi sosial dan kualitas hidup (p=0.001; r=0.512), serta antara gejala somatik dan kualitas hidup (p=0.003; r=-0.474). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi sosial yang lebih baik berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih tinggi, sedangkan gejala somatik yang lebih berat berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih rendah. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan interaksi sosial dan penanganan keluhan somatik pada lansia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di lingkungan institusional.
Penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi sosial memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha, sedangkan gejala somatik memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kualitas hidup mereka.Lansia dengan fungsi sosial yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi, sementara mereka yang mengalami gejala somatik berat cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.Temuan penelitian ini menekankan pentingnya memperhatikan aspek psikososial dan keluhan fisik ringan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia, khususnya yang tinggal di lingkungan institusional.
Penelitian lanjutan dapat menguji secara longitudinal apakah perubahan fungsi sosial dan pengelolaan gejala somatik menghasilkan peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan pada lansia di panti sosial, sehingga dapat mengatasi keterbatasan desain potong‑lintang pada studi ini. Selanjutnya, diperlukan uji coba eksperimental yang membandingkan efektivitas program intervensi berbasis kelompok, seperti terapi aktivitas sosial dan terapi non‑farmakologis untuk gejala somatik, terhadap kelompok kontrol untuk menentukan kontribusi masing‑masing intervensi terhadap kualitas hidup. Selain itu, penelitian dengan pendekatan campuran (mixed‑methods) dapat menggali faktor budaya, lingkungan, dan persepsi pribadi yang memengaruhi fungsi sosial serta gejala somatik pada lansia di berbagai panti sosial di wilayah lain, memperluas generalisasi temuan. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan bukti yang lebih kuat bagi kebijakan kesehatan dan praktik keperawatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lansia secara holistik. Dengan memfokuskan pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, studi selanjutnya dapat menghasilkan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
- Profil Emosi Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman... doi.org/10.55623/au.v5i1.257Profil Emosi Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman doi 10 55623 au v5i1 257
- PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PROVINSI JAMBI DENGAN LANSIA YANG TINGGAL... online-journal.unja.ac.id/jpj/article/view/12626PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PROVINSI JAMBI DENGAN LANSIA YANG TINGGAL online journal unja ac jpj article view 12626
- KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA: TINJAUAN PUSTAKA... doi.org/10.14710/empati.2024.43336KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WREDA DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA TINJAUAN PUSTAKA doi 10 14710 empati 2024 43336
| File size | 575.62 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Latar Belakang: Pertambahan jumlah lansia di Indonesia menuntut adanya peningkatan dalam pelayanan kesehatan. Lansia, dengan kerentanannya terhadap penyakit,Latar Belakang: Pertambahan jumlah lansia di Indonesia menuntut adanya peningkatan dalam pelayanan kesehatan. Lansia, dengan kerentanannya terhadap penyakit,
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental non-equivalent control group, dan teknik purposive sampling. Uji normalitasPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental non-equivalent control group, dan teknik purposive sampling. Uji normalitas
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara tingkat stres dan hipertensi di panti sosial Tresna Werdha. Diharapkan dapat meningkatkanHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara tingkat stres dan hipertensi di panti sosial Tresna Werdha. Diharapkan dapat meningkatkan
ITSCIENCEITSCIENCE Memasuki lanjut usia ada beberapa masalah yang dialami oleh para lansia, diantaranya adalah masalah kognitif. fungsi kognitif pada lansia dapat diukurMemasuki lanjut usia ada beberapa masalah yang dialami oleh para lansia, diantaranya adalah masalah kognitif. fungsi kognitif pada lansia dapat diukur
IIKNUTUBANIIKNUTUBAN Pada lansia akan mengalami perubahan pada setiap sistem dalam tubuh dan perubahan yang terjadi akan memperlihatkan penurunan fungsi organ dalam sistemPada lansia akan mengalami perubahan pada setiap sistem dalam tubuh dan perubahan yang terjadi akan memperlihatkan penurunan fungsi organ dalam sistem
STKIP JBSTKIP JB Kelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu LansiaKelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa karakteristik lansia yang terdiri dari usia, pendidikan, hubungan kekeluargaan, dan responHasil kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa karakteristik lansia yang terdiri dari usia, pendidikan, hubungan kekeluargaan, dan respon
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalahPenatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalah
Useful /
HTPHTP Pelayanan kesehatan dievaluasi berdasarkan kualitas layanan yang diberikan melalui parameter yang mengukur kepuasan pasien. Terdapat banyak keluhan masyarakatPelayanan kesehatan dievaluasi berdasarkan kualitas layanan yang diberikan melalui parameter yang mengukur kepuasan pasien. Terdapat banyak keluhan masyarakat
HTPHTP Latar belakang: Timika merupakan daerah endemik malaria di Indonesia. Tingginya prevalensi malaria di Timika disebabkan oleh lingkungan yang reseptif danLatar belakang: Timika merupakan daerah endemik malaria di Indonesia. Tingginya prevalensi malaria di Timika disebabkan oleh lingkungan yang reseptif dan
IAINPTKIAINPTK Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah tidak hanya pola komunikasi sosial, tetapi juga praktik keagamaan, sehingga menantang kerangka fikihPerkembangan pesat teknologi digital telah mengubah tidak hanya pola komunikasi sosial, tetapi juga praktik keagamaan, sehingga menantang kerangka fikih
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi, terutama dalam memotivasi anggota untuk berkinerja efektif. Penelitian ini mengeksplorasiKepemimpinan merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi, terutama dalam memotivasi anggota untuk berkinerja efektif. Penelitian ini mengeksplorasi