PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya AKI di Indonesia adalah keterlambatan deteksi dini faktor risiko maupun risiko tinggi kehamilan maupun persalinan, yang seharusnya dapat dilakukan oleh kader kesehatan. Berdasarkan data PWS KIA di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari (Keyongan, Potronayan dan Kenteng), pada bulan Januari 2025, terdapat 21 ibu hamil dengan risiko tinggi, dan hanya 3 kasus risiko yang merupakan laporan kader. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kasus risiko tinggi yang dilaporkan oleh kader dikarenakan belum terlatihnya kader dalam deteksi dini ibu hamil risiko tinggi. Melihat potensi dan kondisi di 3 desa wilayah Kecamatan Nogosari, maka perlu dikembangkan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi dini ibu hamil risiko tinggi, yaitu Program Refreshing kader tentang deteksi dini ibu hamil risiko tinggi. Selanjutnya diharapkan kader mampu melaporkan dan mengawal ibu hamil sampai dengan proses persalinan dan ibu, bayi sehat selamat. Total ada 60 kader kesehatan dari 3 desa yang mengikuti kegiatan pelatihan, seluruhnya mengisi kuesioner pretest dan postest. Rata-rata skor pretest terkait pengetahuan tentang risiko tinggi kehamilan & persalinan yaitu 58 dan meningkat menjadi 92 pada posttest. Sedangkan terkait pengetahuan tentang persiapan persalinan rata-rata skor pretest yaitu 72 dan meningkat menjadi 98 pada posttest. Melalui kegiatan refreshing pelatihan kader dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan persalinan, efektif meningkatkan pengetahuan kader baik dalam mengidentifikasi kasus risiko tinggi maupun dalam persiapan persalinan aman. Kegiatan refreshing bagi kader ini diharapkan menjadi masukan bagi kader untuk lebih meningkatkan perannya khususnya dalam melakukan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi. Kader dapat meningkatkan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh bidan maupun narasumber lain.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan refreshing kader dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan persalinan, efektif meningkatkan pengetahuan kader baik dalam mengidentifikasi kasus risiko tinggi maupun dalam persiapan persalinan aman.Kegiatan refreshing bagi kader ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan masukan bagi kader untuk lebih meningkatkan perannya khususnya dalam melakukan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi.Kader dapat dengan meningkatkan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh bidan maupun narasumber lain.

Penelitian lanjutan dapat meneliti sejauh mana peningkatan pengetahuan yang diperoleh melalui program refreshing dapat dipertahankan dalam jangka panjang dan apakah hal tersebut berkontribusi pada peningkatan tingkat pelaporan kasus kehamilan risiko tinggi oleh kader di wilayah lain; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode pelatihan alternatif, seperti modul e‑learning atau hybrid, dibandingkan dengan pendekatan tatap muka tradisional dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan; terakhir, diperlukan penelitian multikenter yang melibatkan beberapa kecamatan dengan variasi demografis untuk mengukur dampak pelatihan kader terhadap outcome maternal dan neonatal, termasuk angka kematian ibu dan bayi, sehingga dapat menentukan keberlanjutan dan skalabilitas program di tingkat provinsi maupun nasional.

Read online
File size576.22 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test