UWHSUWHS
Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan RehabilitasiCAD yaitu penyakit jantung yang terjadi akibat adanya penumpukan plak atherosclerosis didalam lumen arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah ke jantung dan memicu CHF. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak nafas, nyeri dada saat beraktivita, kelelahan, menurunnya daya tahan fisik, disertai ketidakteraturan tanda-tanda vital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah program rehabilitasi secara teratur dengan dosis meningkat setiap harinya akan meningkatkan kapasitas aerobic serta kemampuan fisik pasien pasca PCI. Penelitian ini dilakukan dengan metode case study yang dilakukan secara langsung pada pada pasien Tn. S berusia 44 tahun dengan diagnosis “Congestive Heart Failure FC II ec CAD 3 VD . Hasil tanda-tanda vital yang stabil, serta meningkatnya kemampuan dan daya tahan pasien. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui evaluasi menggunakan Six Minute Walking Test (6MWT) terdapat peningkatan jarak dan kapasitas aerobic, dengan penurunan Heart Rate Walking Speed Index (HRWSI) yang mengindikasikan perbaikan efisiensi pernapasan. Selain itu pasien juga dapat mempertahankan tingkat lelah menggunakan scala borg scale. Program rehabilitasi diberikan kepada pasien pasca PCI dengan diagnosis CHF FC II ec CAD 3 VD melalui rangkaian latihan yang mencakup pemanasan, inti, serta pendinginan selama 12 pertemuan menunjukkan hasil berupa kestabilan tanda-tanda vital, serta meningkatnya kemampuan dan daya tahan pasien. Terdapat peningkatan jarak, kapasitas aerobic, perbaikan efisiensi pernapasan dan pasien dapat mempertahankan tingkat lelah.
Pada pelaksanaan program rehabilitasi jantung fase II yang dijalani pasien pasca prosedur PCI dengan diagnosis CHF FC II ec CAD 3 VD, yang mencakup latihan pemanasan, inti, dan pendinginan selama 12 sesi, diperoleh hasil tanda-tanda vital yang stabil, serta meningkatnya kemampuan dan daya tahan pasien.Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui evaluasi menggunakan six minute walking test (6MWT) menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh serta kapasitas aerobik, disertai penurunan nilai Heart Rate Walking Speed Index (HRWSI) yang mengindikasikan perbaikan efisiensi pernapasan.Selain itu pasien juga dapat mempertahankan tingkat lelah menggunakan scala borg scale.
Mengingat hasil positif yang ditemukan dalam studi kasus ini, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memperluas pemahaman kita tentang efektivitas rehabilitasi fisioterapi pada pasien gagal jantung. Pertama, disarankan untuk melakukan studi dengan desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol, yang melibatkan populasi pasien yang lebih besar dan beragam dengan diagnosis Congestive Heart Failure FC II ec CAD 3 VD pasca-PCI. Studi ini sebaiknya dilakukan dalam periode waktu yang lebih panjang, tidak hanya 12 sesi, untuk memantau perubahan jangka panjang pada kapasitas aerobik, daya tahan fisik, dan stabilitas tanda-tanda vital. Dengan demikian, kita dapat memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai tingkat efektivitas maksimal program rehabilitasi ini serta generalisasi hasilnya. Kedua, akan sangat bermanfaat jika penelitian mendatang dapat mengeksplorasi perbandingan berbagai protokol latihan atau penambahan modalitas lain dalam program rehabilitasi fisioterapi fase II. Misalnya, apakah integrasi latihan kekuatan progresif atau latihan keseimbangan spesifik dapat lebih meningkatkan kemampuan fungsional dan mencegah komplikasi, dibandingkan dengan fokus utama pada latihan kardiorespirasi seperti yang dilakukan dalam studi ini. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi pendekatan rehabilitasi yang paling optimal dan personal untuk setiap pasien. Terakhir, penelitian selanjutnya dapat memperdalam analisis dampak program rehabilitasi terhadap kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Selain metrik fisik, bagaimana rehabilitasi ini memengaruhi aspek psikologis seperti tingkat kecemasan atau depresi, serta kemampuan pasien untuk kembali berpartisipasi penuh dalam aktivitas sosial dan pekerjaan pasca-PCI? Memahami manfaat holistik ini akan memberikan perspektif yang lebih lengkap tentang nilai rehabilitasi jantung.
| File size | 435.59 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALBIKESJURNALBIKES Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup dua variabel utama, yaitu self-esteem dan kualitas hidup, yang diukur berdasarkan frekuensiPengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup dua variabel utama, yaitu self-esteem dan kualitas hidup, yang diukur berdasarkan frekuensi
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Lama menjalani terapi hemodialisa tidak ada hubungannya dengan status gizi pasien, baik pengukuran status gizi menggunakan SGA dan IMT. Hasil penelitianLama menjalani terapi hemodialisa tidak ada hubungannya dengan status gizi pasien, baik pengukuran status gizi menggunakan SGA dan IMT. Hasil penelitian
UWHSUWHS Nyeri leher non-spesifik (NSNP) adalah jenis nyeri leher yang dapat atau tidak menjalar tanpa disertai dengan penyakit sistemik atau patologi lainnya.Nyeri leher non-spesifik (NSNP) adalah jenis nyeri leher yang dapat atau tidak menjalar tanpa disertai dengan penyakit sistemik atau patologi lainnya.
UWHSUWHS Saat memasuki masa remaja, remaja putri sangat mengedepankan bentuk tubuh. Hal tersebut berkaitan dengan berat badan dan lingkar perut. Peningkatan lingkarSaat memasuki masa remaja, remaja putri sangat mengedepankan bentuk tubuh. Hal tersebut berkaitan dengan berat badan dan lingkar perut. Peningkatan lingkar
UWHSUWHS Berdasarkan hasil di atas, setelah 27 sesi fisioterapi terdapat perubahan positif pada nyeri, limitasi ROM, oedem, dan massa otot. Penanganan fisioterapiBerdasarkan hasil di atas, setelah 27 sesi fisioterapi terdapat perubahan positif pada nyeri, limitasi ROM, oedem, dan massa otot. Penanganan fisioterapi
UWHSUWHS Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan artrofibrosis lutut dan menekankan pentingnya pengenalan diniKesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan artrofibrosis lutut dan menekankan pentingnya pengenalan dini
UWHSUWHS Intervensi fisioterapi gabungan berupa Massage, Mirror exercise, Neuromuscular tapping, serta edukasi yang dilakukan selama enam sesi terapi pada kasusIntervensi fisioterapi gabungan berupa Massage, Mirror exercise, Neuromuscular tapping, serta edukasi yang dilakukan selama enam sesi terapi pada kasus
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Kesimpulan menegaskan rendahnya pengetahuan dan sikap negatif mayoritas ibu terhadap baby spa, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikapKesimpulan menegaskan rendahnya pengetahuan dan sikap negatif mayoritas ibu terhadap baby spa, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap
Useful /
UWHSUWHS Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya program fisioterapi yang menggabungkan latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dengan stimulasiImplikasi dari penelitian ini adalah pentingnya program fisioterapi yang menggabungkan latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dengan stimulasi
UWHSUWHS Berdasarkan hasil pengolahan data uji statistik menggunakan paired t‑test diperoleh p value = 0,000 < 0,05 yang berarti ada. Hal ini dipengaruhi olehBerdasarkan hasil pengolahan data uji statistik menggunakan paired t‑test diperoleh p value = 0,000 < 0,05 yang berarti ada. Hal ini dipengaruhi oleh
UWHSUWHS Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 5 kali pertemuan fisioterapi, diberikan electrotherapy berupa electrical muscle stimulant dan beberapa latihanHasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 5 kali pertemuan fisioterapi, diberikan electrotherapy berupa electrical muscle stimulant dan beberapa latihan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang yang diproduksi depot air minum isi ulang di PerumnasTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang yang diproduksi depot air minum isi ulang di Perumnas