UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Risiko jatuh muncul dikarenakan menurunnya fungsi muskuloskeletal dan juga keseimbangan pada lansia. Upaya yang dapat dilakukan lansia untuk menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan keseimbangan diberikan otago exercise dan core exercise. Ini adalah sebuah latihan yang aman dan sesuai dengan lansia sehingga dapat membantu meningkatkan fungsi muskuloskeletal dan meningkatkan keseimbangan. Dengan latihan ini maka risiko jatuh pada lansia akan menurun. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi otago exercise dan core exercise terhadap risiko jatuh pada lansia. Metode Penelitian yang digunakan adalah pre‑experimental design dengan pendekatan one group pretest‑posttest design. Populasi penelitiannya adalah semua lansia yang ada di Posyandu Lansia Wijayakusuma. Responden diambil dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria sehingga mendapatkan 18 responden. Pengukuran risiko jatuh menggunakan time up go test dengan melihat skor sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil pengolahan data uji statistik menggunakan paired t‑test diperoleh p value = 0,000 < 0,05 yang berarti ada . Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Terdapat pengaruh dari kombinasi otago exercise dan core exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di wilayah Posyandu Lansia Wijayakusuma Kalitan RT 1 RW 2 Penumping, Surakarta.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Otago Exercise dan Core Exercise kepada lansia dapat mengurangi risiko jatuh, terbukti dari penurunan rata-rata waktu post‑test.Meskipun sampel sudah cukup, penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan lebih banyak dan beragam responden serta memperluas analisis faktor‑faktor yang memengaruhi risiko jatuh.Dengan demikian, hasil yang lebih komprehensif dapat diperoleh.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah kombinasi Otago Exercise dan Core Exercise tetap efektif bila diterapkan pada kelompok lansia dengan latar belakang kesehatan yang lebih beragam, termasuk mereka yang memiliki kondisi kronis seperti diabetes atau osteoartritis. Selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai dampak berkelanjutan dari program latihan ini terhadap risiko jatuh, misalnya dengan memantau perubahan fungsi keseimbangan dan frekuensi kejadian jatuh selama satu hingga dua tahun setelah intervensi. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efektivitas kombinasi tersebut dengan program latihan lain, seperti latihan Tai‑Chi atau Square Stepping Exercise, untuk menentukan pendekatan paling optimal dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh pada lansia. Penelitian‑penelitian tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol yang lebih besar dan melibatkan sampel yang representatif secara geografis, sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan secara lebih luas.

  1. Pengaruh Kombinasi Otago Exercise dan Core Exercise Terhadap Risiko Jatuh pada Lansia | Jurnal Fisioterapi... doi.org/10.33660/jfrwhs.v9i2.532Pengaruh Kombinasi Otago Exercise dan Core Exercise Terhadap Risiko Jatuh pada Lansia Jurnal Fisioterapi doi 10 33660 jfrwhs v9i2 532
Read online
File size453.79 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test