UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemulihan pada pasien pasca re‑operasi Arthrofibrosis riwayat rekonstruksi ACL dengan peningkatan kekuatan otot dan ROM. Metode: Studi ini merupakan laporan kasus, data primer diperoleh melalui autoanamnesis, alloanamnesis, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Pasien atas nama Tn. F berusia 25 tahun dengan diagnosis re‑operative arthrofibrosis dengan riwayat rekonstruksi ACL diberikan penanganan fisioterapi seperti electrotherapy, patella mobilization dan exercise. Hasil evaluasi 3 kali fisioterapi terjadi perubahan pada aspek nyeri, peningkatan kekuatan otot pada tungkai. Setelah 3 kali pertemuan dan diberikan TENS, mobilisasi patella, dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan kekuatan otot. Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan artrofibrosis lutut dan menekankan pentingnya pengenalan dini artrofibrosis setelah rekonstruksi ACL. Laporan kasus ini juga menjelaskan intervensi prosedural untuk pasien dengan artrofibrosis yang diberikan oleh fisioterapis.

Laporan kasus ini menunjukkan tanda dan gejala artrofibrosis lutut serta menekankan pentingnya pengenalan dini setelah rekonstruksi ACL, dan menjelaskan intervensi prosedural yang diberikan oleh fisioterapis.Pengidentifikasian dan perawatan prosedural secara dini terbukti meningkatkan hasil klinis jangka panjang.Dengan demikian, pasien dapat kembali beraktivitas sehari-hari serta berolahraga secara normal seperti sebelum cedera.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas program fisioterapi pra‑operatif yang terstruktur dalam mengurangi insiden arthrofibrosis dan meningkatkan rentang gerak setelah rekonstruksi ACL melalui desain kohort prospektif dengan evaluasi jangka panjang. Selain itu, uji coba terkontrol secara randomisasi dapat membandingkan protokol beban berat pasca‑operasi yang berbeda (immediat, tertunda, progresif) untuk menentukan pengaruhnya terhadap perkembangan arthrofibrosis serta pemulihan fungsional pada atlet sepak bola. Selanjutnya, studi eksperimental dapat menilai manfaat kombinasi modalitas fisioterapi (TENS, mobilisasi patela, dan latihan penguatan) dibandingkan dengan fisioterapi standar dalam mengatasi arthrofibrosis refrakter setelah operasi revisi ACL, dengan mengukur perubahan nyeri, kekuatan otot, dan kualitas hidup pasien selama setidaknya enam bulan pasca‑intervensi.

  1. Manajemen Fisioterapi pada kasus Arthtrofibrosis Debridement dengan Riwayat Post-Rekonstruksi Ligamen... jurnal-d3fis.uwhs.ac.id/index.php/akfis/article/view/412Manajemen Fisioterapi pada kasus Arthtrofibrosis Debridement dengan Riwayat Post Rekonstruksi Ligamen jurnal d3fis uwhs ac index php akfis article view 412
  2. Mapping the contact area of the patellofemoral joint | Bone & Joint. mapping contact area joint bone... doi.org/10.1302/0301-620X.101B5.BJJ-2018-1246.R1Mapping the contact area of the patellofemoral joint Bone Joint mapping contact area joint bone doi 10 1302 0301 620X 101B5 BJJ 2018 1246 R1
Read online
File size915.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test