POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Dunia kesehatan mulai memandang Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sebagai emerging public health problem karena angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun. Data Riskesdas 2023 menunjukkan prevalensi GGK 2%, meningkat menjadi 3,8% pada 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjalani terapi hemodialisis dengan status gizi pada penderita gagal ginjal kronis dengan hemodialisis. Penelitian ini juga membandingkan penilaian status gizi menggunakan antropometri (IMT) dan menggunakan formulir Subjective Global Assesment (SGA). Desain Penelitian menggunakan desain crossectional study dengan pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Omni Cikarang pada bulan Januari - September tahun 2020. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kruskal-Wallis untuk menguji hubungan antara dua variabel kategorik dan uji Sperman untuk menguji hubungan antara dua variabel numerik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dengan frekuensi hemodialisis 2x seminggu. Lama menjalani terapi hemodialisis (>24 bulan) terdapat sebanyak 63,3% responden. Sebagian besar responden memiliki status gizi baik berdasarkan IMT sebanyak 48,3% dan 61,7% dengan pasien status gizi baik berdasarkan SGA. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan lama menjalani terapi hemodialisis dengan status gizi berdasarkan IMT (p=0,224, CI=95% dan r=-0,159) dan SGA (p=0,543 dan CI=95%). Lama menjalani terapi hemodialisa tidak ada hubungannya dengan status gizi pasien, baik pengukuran status gizi menggunakan SGA dan IMT.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama menjalani terapi hemodialisa dengan status gizi berdasarkan IMT dan SGA pada pasien penyakit ginjal kronis.Penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, sehingga dapat mendukung upaya peningkatan kualitas hidup dan penurunan risiko komplikasi.

Penelitian lanjutan dapat menggali hubungan antara durasi hemodialisis dan perubahan komposisi tubuh menggunakan teknik pencitraan seperti bioimpedansi untuk mengatasi keterbatasan IMT. Selain itu, studi tentang peran asupan protein harian dalam mempertahankan status gizi pasien hemodialisis bisa dilakukan, karena asupan nutrisi sering tidak optimal. Terakhir, penelitian perbandingan antara SGA dan metode penilaian gizi lain seperti BMI atau ketersediaan nutrisi dalam darah dapat memberikan pendekatan yang lebih akurat dalam menilai malnutrisi pada pasien gagal ginjal kronis.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.poltekkesbanten.ac.id/jondpac/article/view/496One moment please one moment please wait request verified jurnal poltekkesbanten ac jondpac article view 496
  2. gema kesehatan. homeostasis status gizi pasien penyakit ginjal kronis hemodialisis gema kesehatan nutritional... gk.jurnalpoltekkesjayapura.com/gk/article/view/489gema kesehatan homeostasis status gizi pasien penyakit ginjal kronis hemodialisis gema kesehatan nutritional gk jurnalpoltekkesjayapura gk article view 489
  3. Medicine. medicine journals.lww.com/00005792-201602150-00016Medicine medicine journals lww 00005792 201602150 00016
Read online
File size188.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test