ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar Belakang: Data Kasus stunting di Sulawesi Tenggara pada tahun 2022 ditemukan sebanyak 2.479 Kasus. Konawe Selatan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menyumbangkan kasus sebanyak 162 kasus. Tingginya kasus stunting disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pemberian asi eksklusif, asupan nutrisi, dan pengetahuan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 461 balita, sedangkan sampelnya sebesar 64 orang yang diambil dengan Teknik consecutive random sampling. Variabel penelitian ini adalah ASI eksklusif, asupan nutrisi dan pengetahuan, sedangkan variabel dependenya stunting. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi-squared dengan Tingkat signifikansi 95% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: hasil uji chi-square terhadap variabel ASI Eksklusif (p-value = 0,000), asupan nutrisi (p-value = 0,032), dan pengetahuan (p-value = 0,001). Kesimpulan: ASI eksklusif, asupan nutrisi, dan pengetahuan ibu berhubungan erat dengan kejadian stunting.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, asupan nutrisi yang memadai, dan pengetahuan ibu secara signifikan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tumbu‑Tumbu Jaya.Balita yang tidak menerima ASI eksklusif atau memiliki asupan nutrisi yang kurang berisiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan yang memperoleh kedua faktor tersebut secara optimal.Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi promosi kesehatan yang menitikberatkan pada pemberian ASI eksklusif serta peningkatan pengetahuan dan praktik nutrisi ibu untuk mencegah stunting.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara longitudinal efek pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama terhadap pertumbuhan anak hingga usia lima tahun pada populasi yang sama, sehingga dapat menilai dampak jangka panjang pada status gizi dan perkembangan kognitif. Selain itu, diperlukan studi intervensi berbasis komunitas yang menilai efektivitas program edukasi nutrisi bagi ibu rumah tangga dalam meningkatkan pengetahuan serta praktik pemberian ASI dan MPASI, dengan mengukur perubahan tingkat stunting sebelum dan sesudah program. Selanjutnya, penelitian multivariat yang mengintegrasikan faktor sosio‑ekonomi rumah tangga, kondisi sanitasi, dan akses layanan kesehatan dapat menggali pengaruh relatif masing‑masing faktor terhadap kejadian stunting, memberikan dasar kebijakan yang lebih komprehensif untuk penanggulangan masalah gizi pada balita.

Read online
File size176.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test