UMLAUMLA

SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu KesehatanSURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan

Latar belakang: Infeksi tempat operasi (IST) merupakan infeksi yang sering terjadi pada pasien pasca operasi, hal ini terjadi karena kepatuhan petugas keperawatan dalam mencuci tangan masih belum sempurna sesuai dengan prinsip Fuerbringer sebelum melakukan bantuan operasi. Dampak IST menyebabkan komplikasi serius, memperpanjang masa rawat di rumah sakit, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kepatuhan petugas keperawatan dalam mencuci tangan dengan Fuerbringer dan kejadian infeksi nosokomial di ruang operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh petugas keperawatan di ruang operasi. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability purposive sampling dengan 25 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi kepatuhan terhadap infeksi. Variabel independen adalah kepatuhan mencuci tangan dengan Fuerbringer. Variabel dependen adalah kejadian infeksi nosokomial. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Rho dengan tingkat signifikansi α <0,05. Hasil: Uji rank Spearman diperoleh nilai 0,000 (p-value <0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kepatuhan petugas keperawatan dalam mencuci tangan dengan Fuerbringer dan kejadian infeksi nosokomial di ruang operasi. Kesimpulan: Kepatuhan tinggi dalam mencuci tangan membantu mencegah kontaminasi silang antara pasien dan petugas keperawatan, yang dapat mengurangi risiko infeksi yang dapat didapatkan selama perawatan di rumah sakit.

Kepatuhan tinggi dalam mencuci tangan membantu mencegah kontaminasi silang antara pasien dan petugas keperawatan, yang dapat mengurangi risiko infeksi yang dapat didapatkan selama perawatan di rumah sakit.Kepatuhan petugas keperawatan dalam mencuci tangan menurut Fuerbringer harus ditingkatkan karena mereka merupakan salah satu petugas kesehatan yang berisiko menularkan patogen melalui tangan mereka.Observasi kepatuhan mencuci tangan perlu dilakukan secara berkala untuk memantau efektivitas upaya peningkatan kepatuhan mencuci tangan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kepatuhan petugas keperawatan dalam mencuci tangan, seperti ketersediaan fasilitas cuci tangan, pengetahuan tentang pentingnya kebersihan tangan, dan motivasi individu. Hal ini penting untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program peningkatan kebersihan tangan terhadap penurunan kejadian infeksi nosokomial. Dengan memantau tren kejadian infeksi dari waktu ke waktu, kita dapat menilai efektivitas program secara lebih akurat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman petugas keperawatan terkait dengan praktik kebersihan tangan di ruang operasi. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hambatan dan fasilitator dalam menerapkan praktik kebersihan tangan yang baik.

  1. Adherence to hand hygiene in critical sectors: Can we go on like this? - Bezerra - 2020 - Journal of... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jocn.15293Adherence to hand hygiene in critical sectors Can we go on like this Bezerra 2020 Journal of onlinelibrary wiley doi 10 1111 jocn 15293
Read online
File size256.95 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test