STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Pendahuluan : Infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, suatu bakteri aerobik tahan asam, yang ditularkan melalui (airbon). Pengobatan penyakit TB membutuhkan waktu yang lama menyebabkan sering terjadinya kondisi stress atau depresi, sehingga tidak jarang pasien dengan penyakit TB mempunyai nilai kualitas hidup yang rendah dikarenakan depresi yang dialami pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien TB paru. Metode : Penelitian analitik korelasional yang digunakan pendekatan cross sectional dengan Spearman Rank. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh Pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 30 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner yang baku adalah. Zung Self-rating Depression Scale (ZSDS) dan World Health Organization Quality Of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p=0.001 (p<0.05 artinya ada hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien TB paru yang cukup kuat dengan nilai korelasi positive. Sebagian besar responden tidak mengalami depresi yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup sedang yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Kesimpulan : Depresi dapat ditimbulkan karena rasa takut akan kesehatan yang semakin memburuk dari hari ke hari, serta pengobatan yang dijalani terlalu lama maka hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien TB Paru.

Depresi dapat ditimbulkan karena rasa takut akan kesehatan yang semakin memburuk dari hari ke hari, serta pengobatan yang dijalani terlalu lama maka hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien TB Paru.Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pada pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.Sebagian besar responden dalam penelitian ini tidak mengalami depresi dan memiliki kualitas hidup sedang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai wilayah geografis untuk memperkuat generalisasi temuan. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman hidup pasien TB paru yang mengalami depresi, termasuk faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program dukungan psikologis dan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup pasien TB paru yang mengalami depresi, misalnya melalui kelompok dukungan sebaya atau konseling individu. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara depresi dan kualitas hidup pada pasien TB paru, serta memberikan dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Read online
File size213.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test