POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU

Jurnal Keperawatan MajampangiJurnal Keperawatan Majampangi

Latar Belakang : Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan pesat dan periode sensitif, sehingga perkembangan motorik, khususnya motorik halus, sangat penting. Perkembangan yang kurang optimal dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kesulitan akademik (menulis, menggambar, menggunakan alat belajar) serta keterlambatan kemandirian (mengancing baju, mengikat sepatu, makan sendiri). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan perkembangan motorik halus di TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil satu siswa TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju yang berusia 72 bulan, dengan gangguan perkembangan motorik halus. Hasil : Setelah di lakukan pengkajian di dapatkan diagnosis keperawatan gangguan tumbuh kembang pada An. E. Selama hari pertama hingga hari keempat belas, An. E menunjukkan adanya peningkatan kemampuan. Pada hari pertama hingga hari ketiga anak memegang gunting menggunakan kedua tangan. Selanjutnya, pada hari kelima hingga hari keempat belas, anak sudah dapat memegang gunting dengan satu tangan. Dengan demikian, terjadi peningkatan kemampuan motorik halus anak dari kategori kurang menjadi cukup.

E dengan gangguan perkembangan motorik halus selama 14 hari menunjukkan adanya peningkatan kemampuan secara bertahap sejak hari pertama hingga hari keempat belas.Diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah maupun orang tua yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan motorik halus, khususnya dalam keterampilan menggunting pola.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting pola yang dilakukan secara individual versus secara berkelompok dapat memberikan insight tentang efektivitas sosial dan motivasi anak. Selanjutnya, integrasi teknologi digital, seperti aplikasi tablet yang mensimulasikan kegiatan menggunting, dapat diuji sebagai tambahan atau alternatif terhadap metode konvensional untuk mempercepat perkembangan koordinasi mata-tangan dan keterampilan motorik halus.

  1. Peningkatan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah melalui penerapan terapi bermain papercraft... jurnal.unimus.ac.id/index.php/HNCA/article/view/13136Peningkatan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah melalui penerapan terapi bermain papercraft jurnal unimus ac index php HNCA article view 13136
  2. Pengaruh Permainan Lego terhadap Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 3-6 Tahun | Jurnal Obsesi... doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5350Pengaruh Permainan Lego terhadap Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 3 6 Tahun Jurnal Obsesi doi 10 31004 obsesi v7i5 5350
Read online
File size307.8 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test