STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai dan dikendalikan. Hal ini dikarenakan dampak dari hipertensi yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal dan lainnya. Upaya dalam mengendalikan hipertensi adalah dengan menjalani terapi hipertensi seperti mengkonsumsi obat Hipertensi. Akan tetapi, mayoritas penderita hipertensi di Indonesia tidak patuh dalam mengkonsumsi obat karena efek samping obat, ketidakmampuan membeli obat dan ketersediaan obat yang terbatas. Maka dari itu, Tim Pengabdi melakukan kegiatan penyuluhan terkait efektivitas daun sirsak dalam mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil yang didapatkan sebanyak 20 orang masyarakat mengikuti kegiatan dan sangat antusias dengan adanya tanya jawab antara peserta dan tim penyuluhan. Upaya pengendalian hipertensi pada masyarakat perlu diperhatikan secara komprehensif. Ketidakpatuhan penderita hipertensi selama ini dalam menjalani pengobatan hipertensi sesuai order dokter ternyata banyak dipengaruhi oleh tingginya keluhan efek samping obat, ketidakmampuan membeli obat dan keterbatasan dari ketersediaan obat. Maka dari itu, pemanfaatan terapi seperti terapi minum air rebusan daun sirsak juga dapat disampaikan kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan secara penelitian terapi daun sirsak dinilai memiliki keefektifan yang positif dalam membantu mengendalikan tekanan darah. Akan tetapi, sebagai penyampai informasi juga perlu menyampaikan terkait hal‑hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi air rebusan daun sirsak. Hal ini untuk menurunkan risiko terkait hal‑hal yang tidak diinginkan terjadi pada pengguna.

Pengendalian hipertensi pada masyarakat harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kepatuhan penderita yang dipengaruhi oleh efek samping obat serta keterbatasan akses obat.Pemenuhan hidrasi tubuh dan konsumsi air rebusan daun sirsak terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada ibu hamil.Oleh karena itu, selain terapi farmakologis, penyuluhan mengenai penggunaan terapi herbal serta hal‑hal yang perlu diperhatikan sangat penting untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan frekuensi pemberian rebusan daun sirsak yang aman bagi ibu hamil dengan hipertensi, sehingga dapat disusun pedoman penggunaan yang tepat. Selain itu, diperlukan studi kohort jangka panjang untuk menilai keamanan dan efek samping potensial dari konsumsi daun sirsak selama kehamilan, guna memastikan tidak ada risiko terhadap janin atau ibu. Selanjutnya, uji klinis terkontrol yang membandingkan efektivitas terapi kombinasi antara obat antihipertensi standar dengan rebusan daun sirsak dibandingkan terapi standar saja dapat memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat tambahan terapi herbal dalam mengendalikan tekanan darah pada populasi ibu hamil.

Read online
File size2.04 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test