UNSIKAUNSIKA

BAROMETERBAROMETER

Mesin pendingin atau refrigerator sangat dibutuhkan guna membuat makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya agar tetap segar dan awet dengan cara menukar atau membuang panas pada makanan tersebut. Panas yang dibuang dari refrigerator bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan alat pemanas dengan menggunakan prinsip penukar panas. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang sebuah alat pemanas air dengan memanfaatkan panas dari kondensor mesin refrigerator 0,5 PK sebagai keuntungan tambahan. Perancangan dimulai dengan identifikasi permasalahan, menghitung kebutuhan panas, menentukan dimensi dan juga komponen utama pemanas air. Berdasarkan hasil analisa di mana dimensi tube sebesar diameter 8 mm, tebal 2 mm dengan panjang sebesar 0,5 meter dan tangki berkapasitas 20 liter, didapatkan bahwa refrigerator 0,5 PK dengan Freon yang keluar sebesar 65˚C hanya mampu memanaskan air sebanyak 3 Kg dari temperatur 28˚ menjadi 60˚ dalam waktu 59 menit, dengan beban panas sebesar 130,74 Watt dan hasil yang dicapai dari CFD menunjukkan panas yang masuk pada tube sebesar 65˚C akan berkurang setelah mencapai 1/3 dari panjang tube.

Mesin pendingin refrigator atau kulkas tipe satu pintu dengan ukuran 0,5 PK mempunyai temperatur Freon keluar dari kompresor sebesar 65oC mampu memanaskan air sebanyak 3 kg.Proses pemanasan air dari temperatur 28oC menjadi 60oC membutuhkan waktu selama 59 menit.Beban panas yang diserap oleh air besarnya sama dengan beban panas yang dibuang oleh kondensor melaui plat dinding belakang mesin pendingin sebanyak 130,74 Watt.Komponen utama penukar kalor adalah tube dari pipa tembaga berbentuk spiral berfungsi sebagai penukar panas dari Freon ke air.Shell berfungsi sebagai tangki air yang akan dipanaskan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja pemanas air yang dirancang. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variasi jenis material tube penukar panas, seperti penggunaan material dengan konduktivitas termal yang lebih tinggi, untuk meningkatkan laju perpindahan panas dan mempercepat proses pemanasan air. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi desain geometri penukar panas, misalnya dengan mengubah bentuk spiral tube atau menambahkan sirip-sirip pada permukaan tube, untuk memperluas luas permukaan perpindahan panas dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara pemanas air yang dirancang dengan berbagai jenis refrigeran yang berbeda, untuk mengidentifikasi refrigeran yang paling optimal dalam hal efisiensi dan dampak lingkungan.

Read online
File size2.1 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test