STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG

Jurnal Ilmiah PamenangJurnal Ilmiah Pamenang

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang ditularkan lewat hubungan intim baik secara vaginal, anal serta oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian IMS pada ibu hamil di Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian ini untuk melihat hubungan variabel independen (umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, status pernikahan dan suku) terhadap variabel dependen (kejadian IMS). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 416 orang dan sampel sebanyak 77 responden yang melakukan pemeriksaan IMS dengan teknik sampling Accidental Sampling. Hasil penelitian di Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura terdapat 33 (42,9%) ibu hamil yang positif IMS dan sebanyak 44 (57,1%) ibu hamil yang negatif IMS. Terdapat hubungan antara umur (ρ-value = 0,000 < 0,05), tingkat pendidikan (ρ-value = 0,001 < 0,05) dengan kejadian IMS pada ibu hamil di Puskesmas Elly Uyo. Tidak terdapat hubungan pekerjaan ibu (ρ-value = 0,585 > 0,05), penghasilan (ρ-value = 0,469 > 0,05), status pernikahan (ρ-value = 1,000 > 0,05), suku (ρ-value = 0,133 > 0,05) dengan kejadian IMS pada ibu hamil di Puskesmas Elly Uyo. Petugas kesehatan disarankan dapat meningkatkan sarana sumber edukasi promosi kesehatan reproduksi dan informasi mengenai infeksi menular seksual bagi masyarakat terutama ibu hamil berdasarkan faktor risiko seperti usia dan pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Puskesmas Elly Uyo Kota Jayapura tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi menular seksual (IMS) pada ibu hamil dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan nilai p-value = 0,000 < 0,05, RP= 6,90 (95% CI.2,51-18,91), tingkat pendidikan dengan nilai p-value = 0,001 < 0,05, RP= 5,46 (95% CI.2,00-14,94) dengan kejadian infeksi menular seksual pada ibu hamil.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: Pertama, dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi yang disampaikan kepada ibu hamil berdasarkan faktor risiko seperti usia dan pendidikan. Kedua, dikaji peran faktor budaya dan tradisi lokal dalam perilaku seksual serta penyebaran IMS di kalangan ibu hamil. Ketiga, dilakukan studi untuk mengidentifikasi potensi intervensi komunitas berbasis teknologi informasi yang dapat meningkatkan kesadaran dan akses ibu hamil terhadap layanan pencegahan IMS.

Read online
File size560.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test