JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang menyebabkan gangguan terhadap realita, kesulitan berkomunikasi normal, afek tidak wajar, kognitif terganggu dan ketidakmampuan melakukan kegiatan harian. Gangguan yang terjadi menyebabkan tingkat ketergantungan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Peran caregiver dalam merawat pasien skizofrenia bermanfaat pada tingkat kesembuhan, kemandirian serta kualitas hidup yang baik. Tujuan penelitian: memberikan gambaran peran keluarga dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari peran caregiver dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam pada 14 caregiver yang memenuhi kriteria inklusi, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan analisa data dengan metode colaizzi untuk mendapatkan tema hasil penelitian. Tema hasil penelitian yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ; peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit; aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Peran keluarga sebagai pemberi asuhan dalam konsep sehat sakit secara signifikan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kualitas hidup orang dengan skizofrenia. Aktualisasi diri bagi pasien skizofrenia dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki merupakan bentuk peran keluarga yang positif. Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik sehingga mampu mandiri dan produktif dan mencegah kekambuhan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang signifikan bagi kondisi kesehatan dan kualitas hidup orang dengan skizofrenia.Dukungan dan peran positif dari keluarga akan membuat individu dengan skizofrenia mampu melakukan aktualisasi diri secara maksimal, mandiri, dan produktif.Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif turut berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam strategi coping yang efektif yang digunakan oleh keluarga dalam menghadapi stigma terkait skizofrenia, serta bagaimana strategi tersebut dapat ditingkatkan melalui intervensi yang terstruktur. Kedua, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji validitas dan generalisasi temuan penelitian ini, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi peran keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia. Ketiga, penelitian intervensi berbasis keluarga dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien skizofrenia di tingkat komunitas, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan keluarga tentang skizofrenia, keterampilan komunikasi, dan dukungan sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia dan keluarganya, serta mengurangi stigma yang masih melekat pada gangguan jiwa.

Read online
File size288.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test