ITK AVICENNAITK AVICENNA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaPenyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Konawe Selatan, terus menunjukkan angka yang signifikan. Data Dinas Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2024, insiden rate DBD terkonfirmasi sebanyak 4.067 penderita yang menyebar di semua kabupaten di Sulawesi Tenggara. Dari jumlah tersebut, 17 pasien meninggal dunia. Kabupaten Konawe Selatan menempati urutan kedua untuk kasus tertinggi setelah Kota Kendari yaitu dengan 607 penderita yang terkonfirmasi dan 4 orang meninggal dunia. Faktor risiko penyebaran DBD perlu dianalisis secara mendalam untuk merancang intervensi yang efektif di tingkat puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Lalowaru Kabupaten Konawe Selatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 563 Kepala Keluarga, dengan jumlah sampel 85 responden yang diambil menggunakan Teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup faktor lingkungan, perilaku masyarakat, dan status kesehatan individu yang berkaitan dengan DBD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara faktor risiko dengan kejadian DBD.
Faktor pengetahuan, keberadaan breeding palce dan perilaku masyarakat memiliki hubungan dengan kejadian demam berdarah.Oleh karena itu, upaya peningkatan edukasi masyarakat tentang pencegahan DBD, pengelolaan lingkungan yang lebih baik, serta peningkatan peran aktif puskesmas dalam monitoring DBD sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian DBD di wilayah Puskesmas Lalowaru.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD. Selain itu, perlu dikembangkan studi intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan, perilaku masyarakat, dan status kesehatan individu. Studi lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program-program pencegahan DBD yang telah dilaksanakan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam upaya pengendalian DBD di wilayah Puskesmas Lalowaru.
| File size | 208.33 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ADMIADMI Pengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI). Total skor menggunakan PSEQ yangPengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI). Total skor menggunakan PSEQ yang
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Faktor usia ibu dan previa plasenta tidak berpengaruh terhadap kejadian siung, sedangkan faktor paritas, riwayat kelahiran sebelumnya, usia kehamilan,Faktor usia ibu dan previa plasenta tidak berpengaruh terhadap kejadian siung, sedangkan faktor paritas, riwayat kelahiran sebelumnya, usia kehamilan,
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Nilai rata‑rata sikap meningkat dari 72,45 ± 14,168 menjadi 86,37 ± 1,650. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuanNilai rata‑rata sikap meningkat dari 72,45 ± 14,168 menjadi 86,37 ± 1,650. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada pengetahuan
STAISDHARMASTAISDHARMA Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar air dan minyak kulit pada kedua lengan peserta, dengan nilai rata-rata 56,78% dan 25,5% di lengan kanan,Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar air dan minyak kulit pada kedua lengan peserta, dengan nilai rata-rata 56,78% dan 25,5% di lengan kanan,
STAISDHARMASTAISDHARMA Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining dini menggunakan fat caliper dan edukasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah komplikasiKegiatan ini menegaskan pentingnya skrining dini menggunakan fat caliper dan edukasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah komplikasi
UWHSUWHS Sebanyak 12 sesi fisioterapi selama 6 minggu diberikan berupa manajemen nyeri, latihan ROM, latihan penguatan otot, kontrol neuromuskular dan pelatihanSebanyak 12 sesi fisioterapi selama 6 minggu diberikan berupa manajemen nyeri, latihan ROM, latihan penguatan otot, kontrol neuromuskular dan pelatihan
UWHSUWHS 9% dengan frekuensi kejadian perempuan lebih besar (59,5%) dibandingkan dengan laki-laki (35. Selanjutnya, distribusi jenis aplikasi yang paling sering9% dengan frekuensi kejadian perempuan lebih besar (59,5%) dibandingkan dengan laki-laki (35. Selanjutnya, distribusi jenis aplikasi yang paling sering
DWCUDWCU Faktor-faktor seperti jenis stroke perdarahan, skor GCS < 8, penurunan kesadaran pada admisi, serta komorbiditas atrial fibrilasi dan diabetes mellitusFaktor-faktor seperti jenis stroke perdarahan, skor GCS < 8, penurunan kesadaran pada admisi, serta komorbiditas atrial fibrilasi dan diabetes mellitus
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Kadar air biochar dari tandan buah aren adalah 5,72%, sedangkan untuk tempurung aren adalah 1,37%. Sementara itu, kadar abu tandan buah aren adalah 30%,Kadar air biochar dari tandan buah aren adalah 5,72%, sedangkan untuk tempurung aren adalah 1,37%. Sementara itu, kadar abu tandan buah aren adalah 30%,
ITK AVICENNAITK AVICENNA Sistem penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur material, sistem penyimpanan rekam medis saat ini kurang memadai, dengan rencana beralih ke sistem elektronikSistem penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur material, sistem penyimpanan rekam medis saat ini kurang memadai, dengan rencana beralih ke sistem elektronik
ITK AVICENNAITK AVICENNA Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 siswa yang dipilih melaluiMetode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 siswa yang dipilih melalui
DWCUDWCU Penelitian mengenai pengembangan clinical pathway sesuai Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan:Penelitian mengenai pengembangan clinical pathway sesuai Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: