JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adsorpsi ion besi oleh biochar yang dihasilkan dari tempurung kelapa dan tandan buah kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan biochar tempurung kelapa dan biochar tandan buah kelapa sebagai adsorben untuk ion Fe. Hasil menunjukkan bahwa waktu kontak optimum untuk biochar tempurung kelapa adalah 150 menit, dengan persentase adsorpsi ion besi sebesar 99,87%. Sedangkan untuk biochar tandan buah kelapa, waktu kontak optimumnya adalah 120 menit, dengan persentase adsorpsi ion besi sebesar 99,83%. Adsorpsi optimum ion besi oleh biochar tempurung aren terjadi pada dosis 20 mg, dengan persentase adsorpsi sebesar 99,70%. Sedangkan untuk biochar tandan buah aren, terjadi pada dosis 40 mg, dengan persentase adsorpsi sebesar 99,80%. Konsentrasi optimum yang diperoleh untuk kedua jenis biochar adalah sama, yaitu 60 ppm, dengan persentase adsorpsi ion besi sebesar 99,5% untuk tempurung aren dan 98,85% untuk tandan buah aren. Kapasitas adsorpsi maksimum biochar tempurung aren adalah 121,9512 mg/g, dan untuk biochar tandan buah aren adalah 58,1395 mg/g, dihitung menggunakan persamaan isoterm Langmuir. Sedangkan kapasitas adsorpsi maksimum biochar tempurung kelapa adalah 123,0915 mg/g, dan untuk biochar tandan buah kelapa adalah 62,1871 mg/g menggunakan persamaan isoterm Freundlich.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.karakterisasi biochar yang dihasilkan dari tandan buah aren dan tempurung aren menghasilkan hasil sebesar 75,33% untuk tandan buah dan 69,27% untuk tempurung.Kadar air biochar dari tandan buah aren adalah 5,72%, sedangkan untuk tempurung aren adalah 1,37%.Sementara itu, kadar abu tandan buah aren adalah 30%, dan untuk tempurung aren adalah 47%.Identifikasi kelompok fungsional pada biochar tandan buah aren dan tempurung aren dilakukan menggunakan spektroskopi inframerah, yang menunjukkan adanya kelompok alkohol, alkena, eter, dan fenol.Sementara itu, lebih banyak kelompok fungsional yang diidentifikasi pada biochar tempurung aren, yaitu alkena, alkohol, eter, dan senyawa alifatik.Waktu kontak optimum yang ditentukan untuk biochar tandan buah aren adalah 120 menit, dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99,83%, dan untuk biochar tempurung aren adalah 150 menit, dengan efisiensi adsorpsi sebesar 99,87%.Untuk variasi berat optimum, diperoleh berat optimum 40 mg, mampu mengadsorpsi 99,80% untuk biochar tandan buah aren, dan 20 mg dengan laju adsorpsi 99,70% untuk biochar tempurung aren.Konsentrasi optimum yang diperoleh untuk kedua biochar adalah sama.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut pengaruh variasi pH dan berat adsorben dalam pengurangan konsentrasi Cr total pada limbah artifisial menggunakan adsorben ampas daun teh. (2) Meneliti lebih lanjut tentang pemanfaatan gulma siam sebagai adsorben logam timbal, dengan mempertimbangkan berbagai komposisi bahan organik. (3) Mengembangkan penelitian tentang adsorpsi biochar dari tempurung dan tandan buah sawit terhadap ion besi, dengan fokus pada karakteristik hidroton sebagai media tanam.

  1. Pengaruh Penambahan Berbagai Komposisi Bahan Organik Terhadap Karakteristik Hidroton Sebagai Media Tanam... doi.org/10.32734/jpt.v6i2.3125Pengaruh Penambahan Berbagai Komposisi Bahan Organik Terhadap Karakteristik Hidroton Sebagai Media Tanam doi 10 32734 jpt v6i2 3125
  2. Pemanfaatan Gulma Siam (Chromolaena odarata L.) Sebagai Adsorben Logam Timbal | Mohamad | Jambura Journal... ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjc/article/view/4528Pemanfaatan Gulma Siam Chromolaena odarata L Sebagai Adsorben Logam Timbal Mohamad Jambura Journal ejurnal ung ac index php jjc article view 4528
Read online
File size468.49 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test