ADMIADMI

Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan Kedokteran

Low back pain atau nyeri punggung bawah merupakan masalah yang sering terjadi pada orang dewasa. LBP merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bawah. Masalah ergonomi menjadi hal utama yang menyebabkan terjadinya LBP seperti duduk terlalu lama, membungkuk dan gerakan duduk ke berdiri. Posisi membungkuk 200% memberikan beban yang lebih berat dibandingkan dengan posisi tegak. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura. Pendekatan penelitian ini berupa penyuluhan dengan materi dan demonstrasi latihan seated lower back rotation dan knee to chest stretch. Pengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ) dan Oswestry Disability Index (ODI). Total skor menggunakan PSEQ yang terdiri dari 10 item adalah 23 dengan interpretasi sedang sedangkan ODI sebesar 30% sehingga interpretasi nyeri pada kelompok ini lebih banyak dan terdapat masalah duduk, mengangkat dan tidur. Sedangkan kehidupan sosial, berdiri dan seks ringan. Penanganan dini, berjalan dan berpergian pengaruhnya kecil. Setelah dilakukan pengukuran PSEQ dan ODI dapat dinyatakan bahwa pekerja pembuatan kue di desa Kalianget mengalami LBP saat melakukan aktivitas yang lama dan gangguan LBP saat duduk dan mengangkat serta sedikit kesulitan dalam bekerja.

Setelah dilakukan pengukuran PSEQ dan ODI dapat dinyatakan bahwa pekerja pembuat kue di Desa Kalianget mengalami LBP ketika beraktivitas lama, mengalami gangguan LBP saat duduk dan mengangkat, serta sedikit mengalami kesulitan bekerja.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi ergonomi dan latihan fisik terhadap penurunan tingkat Low Back Pain pada pekerja pembuat kue dengan melakukan studi longitudinal selama enam bulan untuk mengetahui perubahan skor PSEQ dan ODI secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan kajian komparatif yang membandingkan berbagai jenis intervensi latihan, seperti seated lower back rotation, knee‑to‑chest stretch, dan latihan penguatan inti, untuk menentukan protokol latihan yang paling efisien dalam mengurangi keluhan LBP pada populasi serupa. Penelitian berikutnya juga dapat meneliti pengaruh modifikasi lingkungan kerja, misalnya penyediaan meja kerja yang dapat diatur tinggi dan kursi ergonomis, terhadap beban biomekanik punggung bawah serta frekuensi munculnya LBP pada pekerja kue. Studi dengan desain eksperimental berulang pada beberapa desa di Madura akan memberikan gambaran yang lebih representatif tentang faktor risiko dan manfaat intervensi ergonomi di wilayah pedesaan. Hasil dari ketiga pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk kebijakan kesehatan kerja dan program pencegahan LBP yang lebih terarah.

Read online
File size1.01 MB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test