MITRAHUSADAMITRAHUSADA
Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery JournalEmesis gravidarum adalah sindrom yang umum terjadi pada 80% wanita hamil, ditandai dengan frekuensi mual dan muntah yang tinggi, penurunan berat badan, dan dehidrasi akibat ketonuria dan alkalosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC dari Januari hingga Desember 2023 di Klinik Pratama Ar Razi. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara umur, paritas, dan pekerjaan dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor risiko, yaitu umur, paritas, dan pekerjaan, dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Klinik Pratama Ar Razi Tahun 2024.Usia, paritas, dan pekerjaan ibu hamil merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian emesis gravidarum.Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, paritas tinggi, dan ibu yang bekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami emesis gravidarum.Disarankan agar tenaga kesehatan di klinik lebih peka terhadap ibu hamil, mendorong mereka untuk rutin melakukan kunjungan ANC, serta menyampaikan informasi kesehatan guna mencegah emesis gravidarum.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada faktor-faktor psikologis dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil. Apakah stres dan konflik yang dialami ibu hamil berpengaruh terhadap peningkatan kejadian emesis gravidarum? Bagaimana peran dukungan sosial dan konseling dalam mengurangi risiko emesis gravidarum pada ibu hamil? Apakah ada hubungan antara kebiasaan merokok dan paparan asap rokok dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil? Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor ini dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dan mengelola emesis gravidarum secara efektif.
| File size | 470.55 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Penyaluran penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja di Desa Nambakor, Kabupaten Sumenep, terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan, serta mendapatPenyaluran penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja di Desa Nambakor, Kabupaten Sumenep, terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan, serta mendapat
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan kelompok pemuda dalam pencegahan penyebaran COVID‑19 di Desa Timang Kulon, Wonokerto,Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan kelompok pemuda dalam pencegahan penyebaran COVID‑19 di Desa Timang Kulon, Wonokerto,
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Hasil: Peningkatan rata-rata jawaban benar antara 3–4 poin. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif menaikkan pengetahuan dan keterampilan pelepasanHasil: Peningkatan rata-rata jawaban benar antara 3–4 poin. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif menaikkan pengetahuan dan keterampilan pelepasan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Penelitian ini merekomendasikan CSE sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dismenore. Implementasi CSE dapat dilanjutkan sebagai upayaPenelitian ini merekomendasikan CSE sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dismenore. Implementasi CSE dapat dilanjutkan sebagai upaya
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi emergensi, sehingga dapat mencegah terjadinya peristiwa tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi emergensi, sehingga dapat mencegah terjadinya peristiwa tersebut.
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimen dengan pra‑pos‑tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 29 responden. Hasil: PendidikanMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimen dengan pra‑pos‑tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 29 responden. Hasil: Pendidikan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Hasil: Dari 30 mahasiswa yang diperiksa, 53,3% tidak anemis dan 46,7% anemis. Sebagian besar mahasiswa memiliki periode menstruasi 6-7 hari. Kesimpulannya,Hasil: Dari 30 mahasiswa yang diperiksa, 53,3% tidak anemis dan 46,7% anemis. Sebagian besar mahasiswa memiliki periode menstruasi 6-7 hari. Kesimpulannya,
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Akumulasi zat-zat tersebut dalam tubuh dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Bunga terompet ungu merupakan bahan deteksi alami yang sederhana untukAkumulasi zat-zat tersebut dalam tubuh dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Bunga terompet ungu merupakan bahan deteksi alami yang sederhana untuk
Useful /
UNKHAIRUNKHAIR Selain itu, model menunjukkan konsistensi kinerja yang tinggi di berbagai sumber data dan perubahan kondisi. Penelitian ini mengilustrasikan pemanfaatanSelain itu, model menunjukkan konsistensi kinerja yang tinggi di berbagai sumber data dan perubahan kondisi. Penelitian ini mengilustrasikan pemanfaatan
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG adalah 1) citra perempuan dari aspek fisik yang tergambarkan dalam novel Tentang Kamu adalah citra perempuan dari aspek fisik akan dilihat bagaimana fisikadalah 1) citra perempuan dari aspek fisik yang tergambarkan dalam novel Tentang Kamu adalah citra perempuan dari aspek fisik akan dilihat bagaimana fisik
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Pasca sectio caesaria, dilakukan MRI servikotorakal dengan hasil adanya kompresi medulla spinalis servikal. Pasien terindikasi dilakukan pembedahan berupaPasca sectio caesaria, dilakukan MRI servikotorakal dengan hasil adanya kompresi medulla spinalis servikal. Pasien terindikasi dilakukan pembedahan berupa
ITK AVICENNAITK AVICENNA 3) Terdapat perbedaan frekuensi konsumsi buah dan sayur siswa antara sebelum dan sesudah diberikan, di mana diperoleh nilai probabilitas (P) = 0,002 (P>0,005).3) Terdapat perbedaan frekuensi konsumsi buah dan sayur siswa antara sebelum dan sesudah diberikan, di mana diperoleh nilai probabilitas (P) = 0,002 (P>0,005).