ITK AVICENNAITK AVICENNA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaLatar belakang: Kurangnya konsumsi buah dan sayur pada usia remaja akan menimbulkan risiko gangguan Kesehatan dimasa yang akan datang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur yaitu dengan penyuluhan gizi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi terhadap konsumsi buah dan sayur pada siswa SMP di Desa Langere Kabupaten Buton Utara. Metode: Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SATAP 3 Bonegunu yang berjumlah 74 anak dengan jumlah sampel 40 anak. Data di analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Test. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan pengetahuan siswa/i antara sebelum dan sesudah diberikan, di mana diperoleh nilai probabilitas (P) = 0,000 (<0,005), atau dengan perkataan lain terdapat perbedaan secara signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. 2) Tidak terdapat perbedaan sikap remaja antara sebelum dan sesudah diberikan, di mana diperoleh nilai probabilitas (P) = 0,295 (P>0,005), atau dengan perkataan lain tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. 3) Terdapat perbedaan frekuensi konsumsi buah dan sayur siswa antara sebelum dan sesudah diberikan, di mana diperoleh nilai probabilitas (P) = 0,002 (P>0,005). Kesimpulan: penyuluhan berpengaruh terhadap pengetahuan dan frekuensi konsumsi buah dan sayur siswa, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap sikap konsumsi buah dan sayur siswa.
Penyuluhan gizi berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan frekuensi konsumsi buah dan sayur pada siswa SMP Satap 3 Bonegunu.Namun, penyuluhan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sikap siswa terhadap konsumsi buah dan sayur.Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesempatan untuk mengonsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan perilaku konsumsi, tetapi mengubah sikap memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan desain eksperimen yang lebih ketat, seperti randomized controlled trial, untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara penyuluhan gizi dan perubahan perilaku konsumsi buah dan sayur. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap remaja terhadap konsumsi buah dan sayur, seperti pengaruh teman sebaya, norma sosial, dan ketersediaan akses terhadap buah dan sayur segar. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan dan menguji efektivitas intervensi yang lebih komprehensif yang tidak hanya berfokus pada penyuluhan gizi, tetapi juga melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku konsumsi buah dan sayur yang sehat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan bermanfaat untuk merancang program-program peningkatan konsumsi buah dan sayur yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi remaja.
| File size | 164.57 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencerdaskan perserta didik di masa pandemi covid-19 sekaligus menjadi konsep pembelajaran yang interaktif bagi pihakKegiatan tersebut bertujuan untuk mencerdaskan perserta didik di masa pandemi covid-19 sekaligus menjadi konsep pembelajaran yang interaktif bagi pihak
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukanPenelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hampir seluruh aspek, meliputi pemahaman definisi mitigasi, prosedur evakuasi, titik kumpul, pemakaianHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hampir seluruh aspek, meliputi pemahaman definisi mitigasi, prosedur evakuasi, titik kumpul, pemakaian
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Skor rata-rata posttest kelompok eksperimen (116,71) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (108,86). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwaSkor rata-rata posttest kelompok eksperimen (116,71) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (108,86). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
ALFARABIALFARABI Merespon hal tersebut Pendidikan Agama Islam penting untuk dikembangkan dalam wawasan multikultural agar realitas masyarakat multikultural bisa diakomodasiMerespon hal tersebut Pendidikan Agama Islam penting untuk dikembangkan dalam wawasan multikultural agar realitas masyarakat multikultural bisa diakomodasi
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Berdasakan hasil analisis, Kurikulum 2013 dengan kepadatanPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Berdasakan hasil analisis, Kurikulum 2013 dengan kepadatan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai pendidikan untuk meningkatkan kreativitas dan keaktifan peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan,Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai pendidikan untuk meningkatkan kreativitas dan keaktifan peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan,
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Dari hasil sosialisasi ditemukan bahwa lebih dari 90% siswa tidak paham dengan jenis plastic yang ada dibungkus jajanan mereka dikarenakan tidak pernahDari hasil sosialisasi ditemukan bahwa lebih dari 90% siswa tidak paham dengan jenis plastic yang ada dibungkus jajanan mereka dikarenakan tidak pernah
Useful /
ALFARABIALFARABI Manajemen kurikulum adalah proses mendayagunakan semua kegiatan manajemen, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam rangka memaksimalkanManajemen kurikulum adalah proses mendayagunakan semua kegiatan manajemen, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam rangka memaksimalkan
ALFARABIALFARABI Subjek penelitian dipilih dengan pertimbangan bahwa TK Kuncup Kartika adalah lembaga pendidikan yang paling awal menerapkan kebijakan Pembelajaran TatapSubjek penelitian dipilih dengan pertimbangan bahwa TK Kuncup Kartika adalah lembaga pendidikan yang paling awal menerapkan kebijakan Pembelajaran Tatap
ALFARABIALFARABI Hambatan utama adalah kesulitan guru berusia lanjut dalam menggunakan aplikasi sistem informasi manajemen. Implementasi Sistem Informasi Manajemen PendidikanHambatan utama adalah kesulitan guru berusia lanjut dalam menggunakan aplikasi sistem informasi manajemen. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
UMLUML 79, p = 0. 074). Meskipun tidak terdapat efek moderasi yang signifikan, temuan ini memberikan kontribusi bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh langsung79, p = 0. 074). Meskipun tidak terdapat efek moderasi yang signifikan, temuan ini memberikan kontribusi bahwa keterampilan sosial memiliki pengaruh langsung