JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Latar belakang: Indonesia termasuk negara yang paling berisiko terhadap bencana, sehingga kesiapsiagaan bencana diperlukan sebagai upaya pencegahan krisis yang berfokus pada pengembangan rencana penanggulangan. Masalah yang dihadapi adalah masih banyak warga Indonesia yang tidak mengetahui dan memahami apa itu bencana, serta cara mengantisipasi dan mengatasinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi fase impact bencana di Desa Wonorejo, Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimen dengan pra‑pos‑tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 29 responden. Hasil: Pendidikan mengenai kesiapan warga dalam menghadapi fase impact bencana terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan dengan nilai p‑value 0,006. Kesimpulan: Peningkatan kesiapsiagaan warga pada fase impact dapat dicapai melalui pemberian edukasi dan informasi secara masif kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan warga dalam menghadapi bencana fase impact adalah dengan memberikan edukasi dan informasi mengenai aspek-aspek yang harus diketahui warga dalam bencana.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas metode pelatihan berbasis virtual reality dibandingkan dengan penyuluhan konvensional dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga pada fase impact bencana di Desa Wonorejo. Penelitian longitudinal dengan desain kohort dapat menilai keberlanjutan peningkatan pengetahuan dan perilaku evakuasi selama enam bulan setelah intervensi edukasi, serta faktor‑faktor yang mempengaruhi retensi pengetahuan tersebut. Studi kualitatif yang melibatkan kader kesehatan dan anggota paguyuban dapat mengeksplorasi hambatan sosial‑kultural serta persepsi terhadap penggunaan teknologi informasi dalam penyuluhan kesiapsiagaan bencana, guna merancang strategi komunikasi yang lebih sesuai. Penelitian eksperimen terkontrol dapat menginvestigasi dampak integrasi modul simulasi drill berbasis komunitas terhadap kemampuan respon emergensi nyata pada skenario gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Analisis komparatif antara desa yang menerima intervensi edukasi intensif dengan desa kontrol dapat mengidentifikasi perbedaan tingkat kesiapsiagaan dan mengukur efektivitas skala program. Penelitian evaluatif dapat mengembangkan dan menguji model kurikulum pendidikan bencana yang melibatkan sekolah dasar sebagai agen penyuluh, untuk menilai kontribusi pendidikan dini terhadap kesiapsiagaan keluarga. Investigasi tentang pengaruh tingkat pendidikan dan motivasi internal warga terhadap partisipasi dalam program pelatihan dapat memberikan insight bagi penyesuaian materi edukasi. Studi ekonomi dapat menghitung cost‑effectiveness dari program penyuluhan massal dibandingkan dengan pendekatan teknologi digital dalam konteks sumber daya terbatas. Penelitian aksi partisipatif dapat melibatkan warga dalam perancangan sistem peringatan dini lokal, untuk menilai dampak kepemilikan pengetahuan terhadap kecepatan respons pada fase impact. Akhirnya, meta‑analisis dari berbagai intervensi kesiapsiagaan di daerah rawan bencana Indonesia dapat menghasilkan pedoman nasional yang berbasis bukti.

  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #darah lansia#darah lansia
Read online
File size176.37 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1JS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test