JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Latar belakang: Boraks dan formalin sering disalahgunakan oleh produsen sebagai bahan tambahan pengawet dalam makanan jajanan anak seperti cilok, bakso, mie, dan makanan lainnya. Data BPOM menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2012, kasus keracunan akibat konsumsi makanan menempati posisi tertinggi, yaitu 66,7%, salah satu penyebabnya adalah kontaminasi bahan kimia berbahaya dalam makanan jajanan anak, seperti boraks dan formalin. Akumulasi zat-zat tersebut dalam tubuh dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Bunga terompet ungu merupakan bahan deteksi alami yang sederhana untuk mengidentifikasi keberadaan boraks dan formalin dalam makanan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dari anak usia sekolah tentang cara mendeteksi secara sederhana kandungan boraks dan formalin dalam makanan jajanan anak menggunakan bunga terompet ungu. Metode: Kegiatan dilakukan melalui pelatihan deteksi sederhana terhadap boraks dan formalin pada makanan jajanan anak dengan menggunakan bunga terompet ungu. Hasil: Dari kegiatan pengabdian masyarakat, 90% ibu dengan anak usia sekolah mampu melakukan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin dalam makanan jajanan anak menggunakan bunga terompet ungu. Kesimpulan: Ibu-ibu dengan anak usia sekolah mampu mendeteksi secara sederhana kandungan boraks dan formalin dalam makanan jajanan anak menggunakan bunga terompet ungu.

Ibu dengan anak usia sekolah mampu melakukan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan jajanan anak menggunakan bunga terompet ungu.Sebanyak 90% peserta pelatihan berhasil mempraktikkan metode deteksi secara mandiri dan akurat.Metode ini terbukti efektif sebagai upaya pencegahan dini terhadap konsumsi makanan berbahaya bagi anak.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas ekstrak bunga terompet ungu dalam mendeteksi bahan kimia berbahaya lainnya selain boraks dan formalin, seperti pewarna tekstil atau pengawet sintetis, agar metode ini bisa diperluas penggunaannya. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang formulasi ekstrak bunga terompet ungu menjadi indikator stabil dalam bentuk kertas lakmus atau strip uji yang tahan lama dan mudah digunakan oleh masyarakat umum di rumah atau sekolah. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tindak lanjut yang mengukur dampak jangka panjang pelatihan deteksi ini terhadap kebiasaan memilih jajanan anak oleh orang tua dan angka konsumsi makanan mengandung boraks atau formalin di lingkungan sekolah, untuk menilai efektivitas sosial dari metode sederhana ini. Penelitian-penelitian tersebut dapat melengkapi temuan ini dengan data ilmiah yang lebih luas dan aplikatif bagi kebijakan keamanan pangan di tingkat masyarakat.

  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #anak usia sekolah#anak usia sekolah
Read online
File size647.63 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1JU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test