ADMIADMI

Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan Kedokteran

Dalam mencapai tujuan untuk memajukan perusahaan dibutuhkan peran penting kinerja karyawan. Perilaku kinerja karyawan dihubungkan dengan sifat individu seperti semangat, ketekunan serta dedikasi karyawan dalam bekerja. Sifat semangat, ketekunan serta dedikasi yang dimiliki karyawan ini kemudian memunculkan perilaku keterlibatan kerja atau yang disebut juga work engagement. Selain itu, kinerja karyawan dihubungkan dengan lingkungan sekitar karyawan ketika bekerja seperti fasilitas perusahaan. Lingkungan kerja merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan oleh perusahaan dan merupakan salah satu faktor penentu kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah work engagement dan lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan bagian kantor pada PT. Telkom Samarinda. Subjek penelitian yaitu 50 karyawan PT. Telkom Samarinda. Teknik Sampel menggunakan nonprobability sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala work engagement, skala lingkungan kerja fisik, dan skala kinerja karyawan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 257.631 > F tabel 3.200 dan taraf sigifikan 0.000 < 0.05, artinya hipotesis diterima, dimana terdapat pengaruh antara variabel work engagement dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan PT. Telkom Samarinda.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa work engagement dan lingkungan kerja fisik secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Secara parsial, work engagement menunjukkan pengaruh positif yang signifikan, di mana peningkatan keterikatan kerja karyawan berkorelasi dengan peningkatan kinerja.Demikian pula, lingkungan kerja fisik yang berkualitas baik juga signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan, bahkan ditemukan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan work engagement.

Penelitian ini memberikan pemahaman awal tentang pentingnya keterlibatan kerja (work engagement) dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan. Namun, cakupan studi yang terbatas pada 50 karyawan di satu perusahaan di Samarinda menyiratkan adanya peluang besar untuk eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang pertama, memperluas cakupan geografis dan demografis sampel responden. Menguji model yang sama di berbagai jenis perusahaan atau sektor industri, serta di kota atau wilayah lain, akan sangat berharga untuk menguji apakah temuan ini berlaku secara lebih umum. Kedua, penting untuk mendalami pengaruh lingkungan kerja non-fisik, seperti gaya kepemimpinan, dinamika tim, atau budaya organisasi, yang juga disinggung dalam pendahuluan. Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana aspek-aspek non-fisik ini berinteraksi dengan keterlibatan kerja dan lingkungan fisik untuk membentuk kinerja karyawan, memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Terakhir, untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana dan mengapa keterlibatan kerja dan lingkungan fisik mempengaruhi kinerja, studi di masa depan dapat mengeksplorasi faktor mediasi atau moderasi. Misalnya, dapatkah kepuasan kerja, tingkat stres karyawan, atau persepsi dukungan organisasi menjelaskan hubungan ini? Penyelidikan terhadap variabel-variabel psikologis atau kontekstual ini akan memberikan wawasan yang lebih kaya tentang mekanisme kausal di balik hubungan yang ditemukan.

Read online
File size578.32 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test