ADMIADMI

Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan Kedokteran

Tumor intra‑abdomen terkait testis tidak turun (undescended testis) jarang terjadi dan dapat muncul dengan gejala tidak spesifik menyerupai kondisi abdominal akut. Pada dewasa, testis tak turun yang tidak ditangani dapat menunda diagnosis karena terletak di luar skrotum dan biasanya baru terlihat secaragear setelah pembesaran tumor atau munculnya gejala abdominal. Studi ini bertujuan mendeskripsikan tumor intra‑abdomen pada pria 27 tahun dengan testis tidak turun yang belum diob للم disebut dengan nyeri दश abdomen kanan bawah dan massa di daerah iliak kanan. Metode: laporan kasus deskriptif; data dikumpulkan secara retrospektif dari riwayat pasien, pemeriksaan fisik, temuan operasi, dokumentasi makroskopik jaringan, dan pemeriksaan histopatologi. Analisis menggunakan pendekatan deskriptif‑naratif dengan dukungan literatur relevan. Temuan: pasien mengalami nyeri abdomen kanan bawah persistensi, massa abdominal progresif, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, serta riwayat testis tidak turun sejak lahir. Pemeriksaan fisik menunjukkan skrotum asimetris, ketiadaan bụrụ testis kanan di skrotum dan kanal inguinal, serta massa keras tidak bergerak di iliak kanan. Operasi orchidektomi dilakukan, dan pemeriksaan makroskopik menunjukkan massa cokelat‑abu‑riau berukuran 11 × 10 × 7 cm. Pemeriksaan histopatologi mengungkap lesi ganas yang mengindikasikan rhabdomyosarcoma alveolar. Implikasi penelitian: kasus ini menekankan pentingnya pemeriksaan genital pada pasien pria dengan nyeri abdominal akut yang tidak dijelaskan. Tumor intra‑abdomen testis atau paratestis harus dipertimbangkan ketika ditemukan skrotum kosong atau riwayat cryptorchidism.

Kasus ini menegaskan bahwa testis tidak turun yang belum terobati pada dewasa dapat muncul sebagai tumor intra‑abdomen dengan manifestasi klinis tidak biasa.Nyeri abdomen kanan bawah dan massa di daerah iliak kanan, yang awalnya menyerupai kondisi abdominal akut, sebenarnya dipicu oleh tumor testis yang terletak di dalam abdomen.Pemeriksaan genital secara teliti dan evaluasi histopatologi penting untuk diagnosis dan pengelolaan kasus semacam ini.

1. Melakukan registri multinasional pada pasien dewasa dengan testis tidak turun untuk memantau keberadaan tumor intra‑abdomen melalui pemeriksaan tumoral marker dan pencitraan rutin; . 2. Menyelidiki efektivitas kombinasi skor risiko early orchidopexy dan pengawasan berkala dalam menurunkan insidensi malignitas pada pasien UDT dewasa; . 3. Menyelidiki profil molekuler dan ekspresi biomarker pada tumor intra‑abdomen testis guna mengidentifikasi target terapeutik khusus rhabdomyosarcoma alveolar. Jalinan kerja kolaboratif antara tim urologi, patologi, dan bioinformatika akan memfasilitasi pendekatan diagnosis dan terapi berbasis molekuler.

  1. Rhabdomyosarcoma in adults: Case series | IJWH | Dove Medical Press. adults case series ijwh dove medical... dovepress.com/rhabdomyosarcoma-in-adults-case-series-and-literature-review-peer-reviewed-fulltext-article-IJWHRhabdomyosarcoma in adults Case series IJWH Dove Medical Press adults case series ijwh dove medical dovepress rhabdomyosarcoma in adults case series and literature review peer reviewed fulltext article IJWH
Read online
File size2.5 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test